<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310</id><updated>2011-11-13T18:10:29.962+07:00</updated><category term='LEBARAN'/><category term='PENGALAMAN PRIBADI'/><category term='BERITA PENDIDIKAN'/><category term='WACANA PENDIDIKAN'/><category term='FOTO KENANGAN'/><category term='PSIKOLOGI AGAMA'/><category term='spiritual learning'/><category term='wacana internasional'/><category term='WACANA PENDIDIKAN SPIRITUAL'/><title type='text'>OMSON</title><subtitle type='html'>seorang kakek dengan dua orang cucu DAN EMPAT ANAK  yang senang melucu (walau kadang sendiri, karena menertawakan "kekurangan" orang lain tidak dianjurkan oleh ibu).</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-4830199139130876169</id><published>2008-09-28T16:19:00.002+07:00</published><updated>2008-09-28T16:25:42.455+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LEBARAN'/><title type='text'>LEBARAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3GknuDElU8o/SN9NiaxOnVI/AAAAAAAAAN0/BTBLmiiD-60/s1600-h/LEBARAN+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3GknuDElU8o/SN9NiaxOnVI/AAAAAAAAAN0/BTBLmiiD-60/s200/LEBARAN+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251000944233979218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari yang fitri 1 Syawal 1429 H, perkenankan kami hadir dengan segenap kekurangan serta kekhilafan yang sengaja maupun tak sengaja diperbuat, mengucapkan &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITRI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf lahir dan bathin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kebesaran Sang Maha Rahman dan Maha Rahim melimpah pda diri kita semua, sehingga membasuh segala kekurangan dan noda kealpaan sebagai hambaNYA. Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 1 Syawal 1429 H&lt;br /&gt;Kami sekeluarga&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;OmSON&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-4830199139130876169?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/4830199139130876169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=4830199139130876169&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/4830199139130876169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/4830199139130876169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/09/lebaran.html' title='LEBARAN'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3GknuDElU8o/SN9NiaxOnVI/AAAAAAAAAN0/BTBLmiiD-60/s72-c/LEBARAN+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-8529779279260776910</id><published>2008-09-28T15:56:00.004+07:00</published><updated>2008-09-28T17:14:12.893+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wacana internasional'/><title type='text'>TUMBAL  SKANDAL SUSU CHINA</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3GknuDElU8o/SN9Y5W4t1kI/AAAAAAAAAN8/vaHMXb_CnO4/s1600-h/melamin.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_3GknuDElU8o/SN9Y5W4t1kI/AAAAAAAAAN8/vaHMXb_CnO4/s200/melamin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251013432956540482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;S&lt;/strong&gt;kandal Susu bubuk formula dan makanan lain yang mengadung melamin (bahan plastik?) dari China, sebenarnya sudah tercium sejak awal bulan Juli 2008 yang lalu, walaupun berita itu baru beredar secara terbatas dikalangan para agen distributor dan toko-toko penjual. Namun sekarang, di berbagai negara maju, praktis seluruh produk susu dari China yang mengandung melamin ditarik dari pasaran, juga semua produk China yang mengandung susu (&lt;em&gt;es Cream, Yoghurt, Gula-gula, Biskuit&lt;/em&gt;) walaupun tidak mengandung melamin, terkena getahnya di tinggal konsumennya karena takut keracunan dan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia baru hari (&lt;em&gt;Jum'at 26 September 2008&lt;/em&gt;) Menteri Kesehatan bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengumumkan hasil penelitiannya terhadap bahan makanan produk China yang beredar di Indonesia, dan diduga mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan. Seperti telah diduga sebelumnya dari 19 merek makanan produk asal China yang terdaftar di BPOM (&lt;em&gt;yang tidak terdaftar dan beredar di masyarakat mungkin lebih banyak lagi)&lt;/em&gt; ternyata 6 diantaranya mengandung bahan berbahaya melamin, yang kadarnya tergolong tinggi yaitu 8,51 mg/kg sampai 945,86mg/kg. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Wuuuuarakadaaaah…………piye to iki awake dewe diracun meneh karo tauke…alias kakak tertua…ole…ole..owe pigimana ini&lt;/em&gt;…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengin tahu produk makanan / minuman China yang bermelamin itu? Inilah ke enam bahan makanan/minuman yang berbahaya untuk dikonsumsi (&lt;em&gt;tapi berijin/berlisensi&lt;/em&gt;?) tersebut ; 1. &lt;strong&gt;Susu bubuk full cream Guozhen, 2. Oreo Stick Wafer (kemasan kardus). 3.Oreo Stick Wafer (kemasan Plastik), 4. Kembang Gula M&amp;Ms (kemasan plastic) 5. Kembang Gula M&amp;Ms (kemasan tube)dan 6. Biskuit Snickers.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kronologis Kejadiannya&lt;/strong&gt; : &lt;br /&gt;Pada awal bulan Agustus 2008 yang lalu, &lt;strong&gt;Grup Sanlu &lt;/strong&gt;yang berpusat di Hebei China, telah memberi tahu mitra dagangnya, &lt;strong&gt;Fonterra,&lt;/strong&gt; dari Selandia Baru, bahwa produk susu bubuk mereka tercemar (&lt;em&gt;sengaja dicemari “&lt;strong&gt;dengan tujuan untuk meninggikan kadar protein” &lt;/strong&gt;?, sehingga lebih menarik konsumen&lt;/em&gt;) dengan zat kimia &lt;strong&gt;melamin&lt;/strong&gt;. Informasi rahasia itu terjadi sebelum tanggal 8-8-2008 yaitu saat Pembukaan Olimpiade Beijing yang paling spektakuler sepanjang sejarah Olimpiade di planet bumi ini.&lt;br /&gt;Beberapa pekan kemudian produk susu formula bermelamin tersebut ditarik dari pasaran, kemudian diganti dengan produk susu formula baru, namun anehnya selang beberapa hari produk baru tersebut juga ditarik dari peredarannya oleh sang produsen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ada apakah gerangan dengan susu formula produk China ini?.&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Tanda tanya besar ini memberikan kebingungan kepada para distributor susu formula dari China yang ada diberbagai negara. Baru pada tanggal 11 September 2008 yang lalu, pemerintah China mengumumkan adanya zat melamin dalam produk susu bubuk mereka, kemudian pada tanggal 19 September 2008, zat yang sama juga ditemukan pada produk susu cair , dan juga pada makanan yang menggunakan bahan baku susu, termasuk dalam hal ini adalah starbucks. Dan saat ini semua produk ini SEDANG DITARIK dari peredaran dan pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimanakah dampak negatif yang ditimbulkan oleh bahan makanan dan minuman yang ber melamin ini bagi kesehatan konsumen ?.&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Dari data yang ada tercatat 6.244 bayi dipastikan ginjalnya terserang, terkait dengan susu tercemar ini, gejalanya antara lain kencing batu dan sulit kencing, muntah-muntah. Dilaporkan 4 bayi sudah meninggal dunia. Dan angka 6.244 bayi ini naik dari 1.200 bayi pada hari sebelumnya, sungguh luar biasa. Menteri kesehatan China sendiri mengatakan, lebih dari 1.300 bayi kini dirawat di rumah sakit karena meminum susu tercemar tersebut, dan sekitar 158 bayi terkena gagal ginjal akut. Kemungkinan jumlah ini akan tersu meningkat seiring dengan semakin banyaknya orang tua yang memeriksakan bayinya ke rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya sekarang, mengapa kasus ini terungkap ke publik baru pada tanggal 11 September 2008? Padahal kasus ini sudah terdeteksi sejak awal Juli 2008 dan sudah dilaporkan secara resmi kepada Fonterra dari Selandia Baru pada awal Agustus 2008. Coba kita prediksi seandainya kasus ini diungkap pada awal bulan Agustus 2008 sebelum dimulainya Olimpiade Beijing bergulir. Disana ada 10.500 atlit dari sekitar 200 negara yang tampil diberbagai event termasuk atlet Bulu tangkis dan angkat besi kita yang meraih medali emas, perak serta perunggu.. Belum lagi banyaknya penggembira termasuk para wisatawan yang datang untuk melihat langsung peristiwa bersejarah Olimpiade Beijing. Ternyata sajian makanan dan minuman dengan bahan baku susu yang mengandung melamin itu, tentu tidak pernah dilewatkan dari dalam kandungan menu yang disajikan buat para atlit dan para turis termasuk tamu-tamu Negara yang security-nya belum memperoleh bocoran info rahasia disana. Bisa dibayangkan betapa akan terjadi &lt;strong&gt;hispanik&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;kepanikan massal&lt;/em&gt;) di area Olimpiade Beijing seandainya hal ini diungkap ke publik saat berlangsungnya Olimpiade Beijing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ironi&lt;/strong&gt; memang, akhirnya 6.200 bayi menjadi korban kasus susu tercemar melamin tersebut, demi suksesnyan pesta olahraga empat tahunan yang berharga milyaran dolar tersebut. Dan ini dipandang lebih berharga daripada nyawa manusia yang menjadi korbannya. Olimpiade yang terhebat disepanjang sejarah dengan korban nyawa manusia yang terbesar di sepanjang sejarah pula. Tumbal penyelenggaraan hajat tingkat dunia ternyata menuntut nyawa manusia yang juga spektakuler banyaknya. Mungkin akan berbeda kejadiannya, kalau saja hasil temuan kandungan &lt;strong&gt;melamin&lt;/strong&gt; di dalam susu produk China tersebut dipublikasikan kepada konsumen sejak awal bulan Juli 2008, sehingga susu yang tercemar tersebut bisa segera ditarik dari peredaran, dan tidak begitu besar menimbulkan korban nyawa manusia.&lt;br /&gt;Beberapa wartawan media internasional menganalisa permasalahan produk susu China yang tercemar ini memperlihatkan pengawasan kualitas produk yang lemah, media setempat menuduh para pejabat yang korup sebagai penyebab produk yang ada tidak diawasi secara maksimal, dan dibiarkan begitu saja ke pasar. Dan yang lebih mengerikan produk-produk tersebut diekspor ke negara lain karena harganya yang lebih murah.&lt;br /&gt;Sebelum kejadian ini, sebenarnya sudah banyak cerita tentang jeleknya kualitas produk dari negara tirai bamboo (&lt;em&gt;China&lt;/em&gt;) tersebut. Ingat saja bahwa pada tahun 2004, lebih dari 200 bayi di China menderita kekurangan gizi karena penggunaan formula yang keliru, sekitar 13 bayi meninggal pada saat itu. &lt;br /&gt;Kemudian ada ribuan anjing dan kucing sakit dan lebih dari 200 lainnya mati di AS pada tahun 2007, rupanya dalam makanan hewan tersebut tercemar melamin, lebih dari 100 produk makanan hewan dari China ditarik dari peredaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Republik Dominika, dua merek pasta gigi asal China dilarang beredar pada Mei 2007, karena mengandung zat kimia mematikan. Pasta gigi ini juga diduga sebagai dalang dibalik kematian 100 orang di Panama karena keracunan massal pada tahun 2006.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Last but not least&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, di Indonesia, hari Jum’at tanggal 26 September 2008, diumumkan oleh Menkes dan BPOM adanya produk makanan/minuman yang mengandung melamin berasal dari China, beredar di Indonesia, dinyatakan berbahaya bagi kesehatan konsumennya. Kepala BPOM menduga adanya peredaran gelap alias illegal dari susu bubuk full cream Guozhen melalui system pemasaran berantai (&lt;em&gt;Multilevel Marketing/MLM&lt;/em&gt;). Susu berbahaya tersebut diproduksi oleh &lt;strong&gt;YANTAI NEW ERA HEALT&lt;/strong&gt;H di CHINA. Berbagai produk makanan dari China yang beredar di pasaran Indonesia dan tidak berlisensi BPOM ternyata ada yang mengandung susu dengan bahan berbahaya melamin , seperti &lt;strong&gt;Kembang gula White Rabbit&lt;/strong&gt;(&lt;em&gt;kemasan merah), &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;Kembang gula White Rabbit &lt;/strong&gt;(&lt;em&gt;kemasan biru&lt;/em&gt;), &lt;strong&gt;Soiben Drink With Milk&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;kemasan kuning&lt;/em&gt;), &lt;strong&gt;Soiben Drink With Milk &lt;/strong&gt;(&lt;em&gt;kemasan hijau&lt;/em&gt;), &lt;strong&gt;Soispring Instant Milk Cereal &lt;/strong&gt;dan &lt;strong&gt;Soysprinng Instant Peanut Milk&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Keenam produk tersebut sejak tangal 26 September 2008 dilarang dijual dan harus ditarik dari peredaran. Bagi yang masih nekat menjual dinyatakan telah melanggar UU No 23/1992 tentang Kesehatan serta UU No 7/1996 tentang Pangan serta UU No 8/1999 tentang Perlindngan Konsumen, dengan ancaman hukuman penjara sampai 5 tahuan atau denda pidana sebesar 2 milyar rupiah.&lt;br /&gt;Ancamannya sih OK saja dan mari kita dukung bersama, tapi bagaimana ceriteranya PRODUK ILEGAL (&lt;em&gt;tanpa ijin/lisensi BPOM&lt;/em&gt;) dan BERBAHAYA tersebut bisa beredar bebas di pasaran Indonesia ??. Dan masih berapa banyak lagikah produk makanan/minuman yang tidak terdaftar di BPOM yang ternyata (&lt;em&gt;kelak setelah ada korban)&lt;/em&gt; baru dinyatakan berbahaya dan illegal?, serta rame-rame kita ancam hukuman lagi ?. Bukankah ada pekerjaan rutin yang bersifat prevensi pada Badan yang bertugas Mengawasi Obat dan Makanan yaitu BPOM?. &lt;br /&gt;Atau mari &lt;strong&gt;kita maklumi saja bahwa memang masih pinteran malingnya &lt;/strong&gt;(&lt;em&gt;para importir besar&lt;/em&gt;) dibanding seluruh aparat pengawasan kita termasuk Bea Cukai dan BPOM, sehingga bisa &lt;strong&gt;kebobolan dan kebobolan lagi&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah melamin itu sebenarnya?,&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Melamin&lt;/strong&gt; adalah senyawa nitrogen yang mengandung bahan kimia yang digunakan sebagai bahan perekat, bahan untuk produk tahan api, polimer, dan pupuk di beberapa negara. Ketika senyawa ini dicerna dalam tubuh, metabolisme menghasilkan ammonia yang dapat menyebabkan kegagalan ginjal. Penggunaan melamin pada produk makanan membuat kadar protein menjadi terlihat tinggi pada saat pengujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau jujur, sebenarnya sudah lama &lt;strong&gt;kita tahu cara berdagang “&lt;em&gt;mereka-mereka&lt;/em&gt;” yang menghalalkan segala cara untuk mengeruk keuntungan sebesar-besar-nya.&lt;/strong&gt; Dan di sisi lain kita-kita juga yang jadi korban dimakan oleh &lt;strong&gt;naga mereka&lt;/strong&gt;, &lt;em&gt;yang menurutnya “itung-itung jadi tumbal hajat besarnya”!. &lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Waaah ciloko tenan awake dewe iki…… dianggep tumbal !!!. Huss kuwalat karo makcopone lho, sembarangan…ngomong….???&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Sumber : Reuters,Sindo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-8529779279260776910?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/8529779279260776910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=8529779279260776910&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/8529779279260776910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/8529779279260776910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/09/tumbal-skandal-susu-china.html' title='TUMBAL  SKANDAL SUSU CHINA'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3GknuDElU8o/SN9Y5W4t1kI/AAAAAAAAAN8/vaHMXb_CnO4/s72-c/melamin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-215374334200561515</id><published>2008-09-05T09:06:00.000+07:00</published><updated>2008-09-05T09:10:54.369+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WACANA PENDIDIKAN SPIRITUAL'/><title type='text'>HAKEKAT MANUSIA (1)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;A&lt;/strong&gt;da tiga kata yang digunakan Al Qur’an dalam menunjukkan identitas manusia, yaitu &lt;strong&gt;insan, basyar &lt;/strong&gt;dan &lt;strong&gt;bani Adam&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Basyar&lt;/strong&gt; merupakan sebutan yang lebih banyak mencacu pada pengertian manusia dari segi fisik dan nalurinya yang berbeda dengan makhluk lain. Sementara &lt;strong&gt;Insan&lt;/strong&gt; menunjukkan manusia  lebih pada seluruh totalitas jiwa dan raga yang terus berproses (&lt;em&gt;human being), &lt;/em&gt;sehingga terjadi perbedaan manusia yang satu dengan yang lain karena adanya interaksi di dalam proses menjadi “manusia” berdasar bawaan fisik, mental serta kecerdasannya masing-masing. Sedangkan istilah &lt;strong&gt;bani Adam &lt;/strong&gt;lebih menunjukkan pada “manusia” sebagai makhluk sosial yang selain memiliki kecerdasan sosial juga memiliki kepekaan sosial sehingga mampu melakukan kesalehan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep tentang “manusia” di dalam Islam diungkapkan Allah s.w.t di dalam Al Qur’an (Al-Mukminun 23: 12-14) ; &lt;em&gt;manusia diciptakan Allah dari saripati tanah yang dijadikan sperma (&lt;strong&gt;nuthfah&lt;/strong&gt;) dan disimpan di tempat yang kokoh. Kemudian nuthfah itu dijadikan segumpal darah. Segumpal darah dijadikan segumpal daging. Lalu dari segumpal daging dijadikan pula tulang. Tulang kemudian dibalut dengan daging kemudian dijadikan Allah sebagai makhluk.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat As`Sajadah (32: 7-9), ditegaskan pula bahwa setelah kejadian manusia di dalam kandungan sang ibu mengambil bentuk, ditiupkan roh oleh Allah ke dalam tubuhnya, dan dijadikan pendengarannya, penglihatan serta perasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses perkembangan embryologis di dalam rahim seorang ibu, begitu jelas digambarkan oleh Al Qur’an, kecuali “&lt;strong&gt;roh”.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di dalam tubuh manusia dijelaskan adanya dua unsur yang menyatu yaitu unsur &lt;strong&gt;materi &lt;/strong&gt;yang tidak lain adalah tubuh dengan daya fisik yang dapat mengekspresikan seluruh panca indera, serta unsur &lt;strong&gt;immateri&lt;/strong&gt; yang mewujud sebagai roh dengan ekspresi dua daya yaitu akal-fikiran yang berpusat di otak dan , “rasa” yang berpusat di hati/qolbu bahkan juga nafsu.   &lt;br /&gt;Lebih jauh tentang “roh”, sebenarnya ada keyakinan bahwa Allah telah membimbingnya dengan perintah kebaikan serta larangan untuk berbuat munkar (&lt;em&gt;amar ma’ruf nahi munkar&lt;/em&gt;). Namun akal fikiran manusia serta nafsunya memang diberi kebebasan untuk memilihnya. Dan konsep pembebasan inilah yang disebut sebagai hak demokrasi  paling azasi yang diberikan Allah kepada hamba ciptaanNya (&lt;em&gt;jadi &lt;strong&gt;Allah memang Maha Demokratis). &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Roh dari sisi hati/qolbu sebenarnya begitu dominan di dalam mengambil inisiatif bahkan nyaris berperan sebagai komandan di dalam seluruh aktivitas kehidupan seseorang, manakala diberi peluang dan kesempatan untuk itu. Hanya sayang seringkali nafsu meringkusnya dengan garang bahkan melakukan “&lt;em&gt;kudeta&lt;/em&gt;” sehingga hasil eksekusinya berupa kemunkaran !.&lt;br /&gt;Dialog antara qolbu dan nafsu inilah yang sebenarnya merupakan esensi dari skenario sandiwara kehidupan manusia, seperti halnya sebuah lirik lagu rock yang pernah dinyanyikan Ahmad Albar “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;dunia ini panggung sandiwara&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;……”.&lt;br /&gt;Roh bukanlah “&lt;strong&gt;jism&lt;/strong&gt;” (&lt;em&gt;jasad)&lt;/em&gt; dan bukan pula &lt;strong&gt;arold &lt;/strong&gt;(tubuh), karena keberadaan roh tidak melekat atau bergantung pada sesuatu atau organ manapun di dalam tubuh manusia. Roh adalah &lt;strong&gt;jauhar&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;substansi) &lt;/em&gt;yang &lt;strong&gt;wujud&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;ada&lt;/em&gt;) serta mandiri akan tetapi tidak &lt;strong&gt;mewujud &lt;/strong&gt;(&lt;em&gt;tertangkap pancainderawi&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;Bahkan Ibnu Qoyyim menyatakan, roh adalah jism yang tak dapat diraba karena “dia” adalah jism nurani yang lembut, ringan dan tinggi sehingga mampu menembus seluruh lerung setiap anggota tubuh kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;strong&gt;Berkas roh&lt;/strong&gt;” telah menjalinkan dirinya di dalam tenunan fisik tubuh seseorang dan secara pasti meninggalkan jejak “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;kehendak yang dilakukan setiap manusia”. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Manakala tubuh ini sakit, rusak ataupun tidak lagi mampu menerima kehadirannya, maka “roh” akan pergi meninggalkan ragawi ke alam berikutnya yaitu alam arwah. Roh yang tidak lagi menyatu dan hilang dari tubuh kita itu disebut dengan &lt;strong&gt;nafs.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Memang roh adalah substansi di dalam tubuh, namun bukan unsur materi, sehingga kepergiannya dari tubuh kita dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, namun kita tak dapat memegangnya, tak dapat mencegahnya.&lt;br /&gt;Itulah misteri besar dari hakekat keberadaan manusia dengan segenap esensi kemanusiaan-nya, yang tetap harus tunduk pada sunatullah yang telah menetapkan waktu untuk mengambil kembali milikNya dari badan kita yaitu “roh”.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tulisan di atas tidak terlepas dari kontribusi sumber :mengenal islam, Jamal Syarief Iberani, el Kahfi, 2004.  &lt;br /&gt;Cijantung tiga, bakda subuh 5 September 2008 (hari kelima Ramadhan 1428 H). Darsana Setiawan.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-215374334200561515?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/215374334200561515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=215374334200561515&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/215374334200561515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/215374334200561515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/09/hakekat-manusia-1.html' title='HAKEKAT MANUSIA (1)'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-5323869056693315647</id><published>2008-09-02T09:58:00.000+07:00</published><updated>2008-09-02T10:26:43.044+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WACANA PENDIDIKAN SPIRITUAL'/><title type='text'>TREND PERKEMBANGAN GENDER</title><content type='html'>Di dalam kitab hadis &lt;strong&gt;Shahih Muslim &lt;/strong&gt;tentang rodlo’ah (&lt;em&gt;terjemahan H.Rais Lathief dan H.A Razak, cetakan khusus Agustus 2003, halaman 531&lt;/em&gt;) diriwayatkan adanya hak istimewa bagi seorang hamba sahaya yang bernama &lt;strong&gt;Salim.&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari &lt;strong&gt;Aisyah r.a&lt;/strong&gt;. katanya “&lt;em&gt;Salim, seorang sahayan Abu Huzaifah yang telah dibebaskannya tetapi masih tetap tinggal di rumahnya&lt;/em&gt;”. Hal itu oleh &lt;strong&gt;istri Abu Huzaifah &lt;/strong&gt;disampaikan kepada Rasulullah s.a.w. dengan berkata “&lt;em&gt;Salim, sekarang telah dewasa dan telah berfikir seperti orang dewasa lainnya, tetapi dia masih bercampur dengan kami, dan hal ini mungkin menyebabkan hati suami saya (Abu Huzaifah) kurang senang&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;Kemudian &lt;strong&gt;berkata Rasulullah s.a.w&lt;/strong&gt;. kepada wanita itu “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Susukan&lt;/strong&gt;*, untuk menjadikannya mahrammu, dan dengan itu kelak perasaan kurang senang dari Abu Huzaifah akan hilang !”.&lt;/em&gt;Setelah beberapa lama, wanita itu datang lagi kepada Rasulullah s.a.w. seraya berkata, “&lt;strong&gt;Salim telah saya susukan, dan perasaan kurang senang telah hilang dari hati Abu Huzaifah”. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Nawawi, Yang dimaksudkan dengan &lt;strong&gt;menyusukan&lt;/strong&gt;* disini ada dua kemungkinan yaitu:&lt;br /&gt;1. Perempuan itu memerah susunya lalu diberikannya kepada Salim.&lt;br /&gt;2. Salim disusukannya seperti menyusukan bayi, tetapi alim ulama berkata, &lt;em&gt;“Kejadian itu hanya istimewa bagi &lt;strong&gt;Salim &lt;/strong&gt;saja, dan tidak boleh ditiru oleh orang lain lagi, kepada siapapun juga”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ingin memberikan komentar terhadap hak istimewa &lt;strong&gt;Salim&lt;/strong&gt;, karena &lt;strong&gt;Salim&lt;/strong&gt; sendiri (mungkin) tidak pernah bermimpi dan berminat seperti yang dilakukan &lt;strong&gt;istri Abu Huzaifah menyusui dirinya &lt;/strong&gt;yang hanya hamba sahaya. &lt;br /&gt;Stop disini ya, “&lt;strong&gt;inga-inga&lt;/strong&gt;” sekarang bulan Ramadhan, puasa khan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sekarang ada analisa yang hebat dari seorang &lt;strong&gt;internasonalist bestelling author &lt;/strong&gt;yaitu &lt;strong&gt;Michael Backman &lt;/strong&gt;dalam buku terbarunya &lt;strong&gt;ASIA FUTURE SHOCK,&lt;/strong&gt; ( &lt;em&gt;Ufuk Press, 2008 &lt;/em&gt;) tentang makin merendahnya jumlah populasi kaum perempuan dibanding kaum pria, bahkan di tahun 2030 jumlah pria di India dan China diperkirakan 250 juta jiwa lebih banyak dibanding perempuan.&lt;br /&gt;Di beberapa wilayah Asia tak lama lagi akan menghadapi ketimpangan gender yang sangat serius, daripada yang pernah dihadapi di manapun sepanjang sejarah umat manusia. Di Korea Selatan hal ini malah terjadi lebih serius, karena dari jumlah kelahiran 1000 bayi perempuan, ternyata diimbangi dengan lahirnya 1.108 bayi laki-laki. Dampaknya di Korea Selatan sudah lumrah adanya Makelar pernikahan yang menawarkan untuk mencarikan istri bagi pria Korea Selatan yang mencari istri di luar orang Korea (&lt;em&gt;karena nggak kebagian perempuan Korea&lt;/em&gt;). Angka fantastis dari perkawinan pria Korea Selatan ternyata 14% nya menikah dengan perempuan non Korea (&lt;em&gt;perempuan dari Vietnam, Kamboja, Filipina, Mongolia, Thailand dan Uzbekistan). &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bahkan &lt;strong&gt;Korean Consumer Protection Board &lt;/strong&gt;memperkirakan ada 2000 sampai 3000 agensi yang mengiklankan layanan jasa perusahaan yang membantu pengaturan pernikahan pria Korea dengan perempuan asing yang diminatinya atau mungkin dicarinya (&lt;em&gt;semacam biro jodoh&lt;/em&gt;). &lt;br /&gt;Naah surplus pria telah terjadi, terutama di India, China, Korea Selatan dan Jepang, sementara di Indonesia angka statistiknya tidak begitu jelas (&lt;em&gt;atau mungkin memang diciptakan seperti itu untuk kepentingan tertentu&lt;/em&gt;) seperti dominasi Tenaga Kerja Indonesia di sector rumah tangga masih ada di pihak perempuan, sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus mempertanyakan alokasi minimal kaum perempuan dari daftar calon anggota legislative yang diajukan setiap partai politik ternyata banyak yang belum memenuhi kuota. &lt;br /&gt;Tentu kita tidak ingin terjadi kebijakan konvensional terulang lagi, seperti cara untuk mengurangi jumlah populasi pria dengan memperbesar jumlah angkatan bersenjata (&lt;em&gt;untuk mati dalam perang yang tidak jelas juntrungannya seperti &lt;/em&gt;“&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Perang Vietnam dan Perang Irak” ??) &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;atau mungkin seperti China yang melibatkan banyak kaum pekerja prianya ke dalam realisasi industri kerjasamanya di luar China, terutama di Afrika?. Sementara wilayah Eropa juga sudah mulai dijamah oleh imigran gelap pria China yang berprofesi sebagai penjual DVD (&lt;em&gt;blue-ray&lt;/em&gt;?) bajakan di seantero lorong kota-kota mereka. Sekolah-sekolah internasional di beberapa Negara Asia seperti di Indonesia, Thailand dan Malaysia sendiri, sudah mulai di masuki para guru-guru pria dari India yang memang memilki keunggulan kompetensi terutama dari sisi bahasa Inggris dan penguasaan ICT (&lt;em&gt;Information Communication and Technology&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;Kondisi ini paradoks dengan kejadian masa lalu yang mengimpor &lt;strong&gt;Puteri Champa &lt;/strong&gt;(&lt;em&gt;dari Kamboja/China&lt;/em&gt;?) untuk dijadikan istri &lt;strong&gt;raja Majapahit&lt;/strong&gt;, karena dominasi akuntabilitas kaum pria kita di masa itu, sehingga hal ini ditiru pula oleh pelukis ternama yang saya kagumi yaitu &lt;strong&gt;Basuki Abdullah &lt;/strong&gt;yang memperistri perempuan (&lt;em&gt;dari kalangan dalam kerajaan Thailand&lt;/em&gt;) sebagai permaisuri beliau, atau &lt;strong&gt;Salim&lt;/strong&gt; seorang pelukis Indonesia yang tinggal di Paris dan sudah berusia 100 tahun (per &lt;em&gt;tanggal 2 September 2008 hari ini&lt;/em&gt;) sungguh misterius hal-ichwal tentang perempuan yang diperistri untuk mendampingi sisa hidupnya. Namun saya kembali meminta anda untuk tidak lagi mengusik keistimewaan &lt;strong&gt;Salim&lt;/strong&gt; yang diriwayatkan &lt;strong&gt;Aisyah r.a.&lt;/strong&gt; di dalam hadist di awal tulisan ini, walaupun trend jumlah populasi perempuan saat ini memang lagi menurun, sehingga hukum ekonomi pasar mengatakan “&lt;strong&gt;harga”/”penilaian&lt;/strong&gt;” nya menjadi tinggi.&lt;br /&gt;Sungguh kita syukuri saja sebagai laki-laki atau perempuan kita ini diciptakan, sehingga tidak perlu menciptakan &lt;strong&gt;kaumnya nabi Luth &lt;/strong&gt;(&lt;em&gt;baru&lt;/em&gt;), yang dimurkai &lt;strong&gt;Allah s.w.t.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selamat menjalankan ibadah puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Cijantung tiga, hari kedua Ramadhan 1428 H bertepatan dengan tanggal 2 September 2008&lt;/em&gt;. &lt;strong&gt;omSON. &lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-5323869056693315647?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/5323869056693315647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=5323869056693315647&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/5323869056693315647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/5323869056693315647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/09/trend-perkembangan-gender.html' title='TREND PERKEMBANGAN GENDER'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-8158421585207532972</id><published>2008-08-15T07:47:00.000+07:00</published><updated>2008-08-15T07:54:04.191+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WACANA PENDIDIKAN'/><title type='text'>AYAT PENDIDIKAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3GknuDElU8o/SKTTagiYE6I/AAAAAAAAAMs/OS7gv-aiAgo/s1600-h/ka%27bah-9.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_3GknuDElU8o/SKTTagiYE6I/AAAAAAAAAMs/OS7gv-aiAgo/s320/ka%27bah-9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234541119275537314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;Hari ini saat saya menulis artikel, adalah hari Jum’at tanggal 15 Agustus 2008, yang memiliki kesamaan dengan hari Jum’at bulan Agustus tahun 1945. Hanya saat itu jatuh pada tanggal 17 dan berada di bulan Ramadhan, sebagai tanggal dan bulan yang dipilihkan Allah SWT untuk bangsa Indonesia  memproklamasikan kemerdekaannya. Semuanya bukan kebetulan, karena segala peristiwa yang terjadi tidak pernah luput dari ketentuan Allah SWT sebagai Sang Maha Perencana serta Maha Penentu.&lt;br /&gt;Saat Rosul Allah yang terakhir (Muhammad SAW) menjadi magnet penarik minat untuk ditiru dan diteladani perilaku serta kepribadiannya oleh bangsa Arab di era Jahiliah, muncullah rasa kekaguman di kalangan para sahabat Rosul melalui pertanyaan Abu Bakar “dari manakah pendidikan tentang perangai yang mengagumkan itu diperoleh?”.&lt;br /&gt;Jawaban Muhammad Rosulullah adalah “&lt;em&gt;Allah telah mendidikku, dan itulah sebaik-baiknya pendidikan”.&lt;/em&gt; Oleh karena itu seyogyanya lembaga dan system pendidikan yang ingin menggapai “&lt;strong&gt;akhlakul karimah&lt;/strong&gt;” seperti Muhammad Rosulullah, selayaknya menggunakan dan mengikuti cara-cara yang telah diwahyukan Allah serta dijalani oleh rosulNya. Apalagi lembaga pendidikan itu berbasis agama Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Lalu apa hubungannya dengan Ramadhan sebagai bulan diwajibkannya setiap muslim/muslimah menjalankan puasa?. “&lt;strong&gt;Shaum&lt;/strong&gt;” atau puasa pertama kali diwajibkan saat satu setengah tahun setelah hijrah Rosulullah ke Madinah dan jatuh pada bulan Ramadhan. Sehingga mulai saat itulah puasa selama satu bulan di bulan Ramadhan, menjadi rukun Islam yang ke 3 dan berimplikasi wajib hukumnya bagi setiap pemeluk agama Islam. Makna Shaum itu sendiri adalah “&lt;strong&gt;pengendalian diri&lt;/strong&gt;” terhadap tuntutan nafsu duniawi (&lt;em&gt;makan, minum serta kebutuhan seks suami- istri). &lt;/em&gt;Pengendalian diri selama bulan Ramadhan dibutuhkan oleh setiap orang, untuk melakukan refleksi terhadap seluruh langkah kebijakan yang telah dilakoninya selama satu tahun ke belakang. &lt;br /&gt;Hasil analisa terhadap aktivitas diri di masa lalu, diharapkankan mampu menghasilkan sebuah pengambilan keputusan “&lt;strong&gt;langkah baru&lt;/strong&gt;” untuk melanjutkan kebijakan yang sudah baik dan sukses di masa lalu, atau merevisi total kebijakan yang dianggap keliru dan tidak ingin diulang dimasa datang.&lt;br /&gt;Dalam renungan diri di bulan Ramadhan, dibutuhkan suasana bathin yang “&lt;strong&gt;hening&lt;/strong&gt;” serta “&lt;strong&gt;peka&lt;/strong&gt;” terhadap persinggungan dengan masalah duniawi yang didominasi oleh nafsu badaniyah (&lt;em&gt;makan, minum serta kebutuhan seks suami- istri), &lt;/em&gt;sampai masanya tiba di tanggal 1 Syawal sebagai tanda awal kemenangan bagi setiap hamba Tuhan dalam melakoni “&lt;strong&gt;pengendalian dirinya&lt;/strong&gt;”. Itu pula sebabnya tanggal 1 Syawal sering disebut sebagai hari &lt;strong&gt;Iedul Fitri &lt;/strong&gt;atau hari kelahiran kembali ide,gagasan, niatan serta kemauan diri untuk melangkah serta menapaki jalan baru kehidupan duniawi serta uchrowinya. Allah SWT menetapkan puasa kepada umat muslim dan umat-umat sebelumnya untuk berlaku jujur (&lt;em&gt;baik terhadap diri sendiri apalagi terhadap orang lain&lt;/em&gt;), karena ibadah puasa merupakan ibadah non fisik, yang tidurnya seorang hamba saja sudah diperhitungkan akan memperoleh pahala, karena dengan tidur di saat menjalani puasa, berarti menghindar dari perbuatan dosa. Sejelek apapun mimpi seseorang yang tidur, tidak akan membawa dosa dan perbuatan terlarang pada dirinya. Saat seorang hamba berpuasa dirinya mampu menahan diri dari seluruh perbuatan yang dapat membatalkan puasanya, walaupun tidak seorangpun melihatnya, namun keyakinannya tetap kokoh bahwa Allah tetap melihat dan mengetahui segenap gerak langkahnya, bahkan sampai pada detak fikirannya.&lt;br /&gt;           Namun berpuasa dan tetap bekerja, juga bukanlah sesuatu yang diharamkan, selama dalam menjalani puasa tersebut seorang hamba tetap melakukan pengendalian diri untuk tidak membatalkan puasanya. Justru di dalam kondisi seperti itulah seorang hamba sedang melaksanakan ujian untuk mempertahankan keyakinan keimanannya kepada Allah SWT. Itu pula sebabnya Allah berfirman bahwa “ &lt;em&gt;ibadah puasa di bulan Ramadhan hanya diperuntukkan bagi hambaNya yang bertaqwa”.&lt;/em&gt;  Dan itulah misteri dibalik tujuan ibadah puasa di bulan Ramadhan, sehingga Allah menghiasinya dengan peristiwa &lt;strong&gt;Nuzulul Qur’an &lt;/strong&gt;(&lt;em&gt;malam diturunkannya Al Qur’an&lt;/em&gt;) sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, sebagai medium pendidikan dan pembelajaran pribadi.....semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, amien.&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-8158421585207532972?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/8158421585207532972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=8158421585207532972&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/8158421585207532972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/8158421585207532972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/08/ayat-pendidikan.html' title='AYAT PENDIDIKAN'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3GknuDElU8o/SKTTagiYE6I/AAAAAAAAAMs/OS7gv-aiAgo/s72-c/ka%27bah-9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-8656172912069058307</id><published>2008-08-04T08:18:00.000+07:00</published><updated>2008-08-04T08:40:12.323+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FOTO KENANGAN'/><title type='text'>WAJAH CERIA DUA BERSAUDARA PENGELOLA BLOG</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/SJZb676O0lI/AAAAAAAAAL8/tWIYW6z-SX0/s1600-h/SAMSAB1.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/SJZb676O0lI/AAAAAAAAAL8/tWIYW6z-SX0/s320/SAMSAB1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5230469085309882962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 30 Juli 2008 peristiwa bertemunya dua saudara pengelola blog ini http://www.omson.blogspot.com/ dengan Mas Mohtar Basuki http://sekarbawono.blogspot.com/ di Surabaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-8656172912069058307?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/8656172912069058307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=8656172912069058307&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/8656172912069058307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/8656172912069058307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/08/wajah-ceria-dua-bersaudara-pengelola.html' title='WAJAH CERIA DUA BERSAUDARA PENGELOLA BLOG'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/SJZb676O0lI/AAAAAAAAAL8/tWIYW6z-SX0/s72-c/SAMSAB1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-298897428461466363</id><published>2008-07-12T06:58:00.000+07:00</published><updated>2008-07-12T08:14:27.415+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spiritual learning'/><title type='text'>IMAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/SHgFWU1y2iI/AAAAAAAAALc/udQeqaLYXY4/s1600-h/i.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/SHgFWU1y2iI/AAAAAAAAALc/udQeqaLYXY4/s320/i.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221929649045690914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sabtu pagi, acara rutin bersama pak Ustadz dihadiri cukup banyak warga jamaah subuh keliling Cijantung, Kalisari, Baru dan Pekayon. Topik sajian yang disampaikan pak Ustadz kali ini cukup menarik, menyangkut masalah iman.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Menurut pak Ustadz keberagamaan seseorang bisa melewati tiga cara, yang &lt;em&gt;pertama &lt;/em&gt;melewati pikirannya (kognisi) sehingga segala sesuatu tentang ajaran agama akan dilogikakan seperti tuntutan pikiran atau kaidah metode ilmiah yang difahaminya. Yang &lt;em&gt;kedua&lt;/em&gt;, melewati aspek pelaksanaan ragawinya &lt;em&gt;(psikomotorik)&lt;/em&gt; sehingga lebih mementingkan bagaimana realisasi pelaksanaan ibadah secara kasat mata. Pola aktivitasnya mendahulukan perilaku kinestetik dan pertimbangan kaidahnya menjadi urusan belakang. Yang &lt;em&gt;ketiga&lt;/em&gt; adalah melaksanakan perintah agama dengan keyakinannya &lt;em&gt;(afeksi)&lt;/em&gt;, sehingga seluruh aktivitas keberagamaannya didasari oleh nilai bathiniyah yang menghamba hanya kepada Allah semata. Tentu saja langkah ketiga ini hanya dapat dilaksanakan setelah seseorang mengetahui, mengerti dan memahami esensi dari kaidah agama yang diyakini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Iman&lt;/strong&gt; dari sisi etimologi-nya berakar dari kata &lt;strong&gt;aman&lt;/strong&gt;, sehingga manakala seseorang benar-benar beriman kepada yang diimaninya, maka dirinya akan merasa aman &lt;em&gt;(dan tenteram) &lt;/em&gt;. Demikian pula manakala seorang hamba Tuhan beriman kepada Allah Yang Maha Kuasa, maka saat dirinya berbuat "&lt;strong&gt;makruf&lt;/strong&gt;" dengan mengikuti seluruh perintah dari Allah SWT &lt;em&gt;(yang dia imani), &lt;/em&gt;tak akan sedikitpun dirinya merasa takut kepada yang lain. Bukankah yang diimani adalah Yang Maha Kuasa untuk mengatur segalanya dengan rahman dan rahimNYA?.&lt;br /&gt;Demikian pula sebaliknya, manakala diri seorang hamba akan melakukan ke"&lt;strong&gt;munkar&lt;/strong&gt;"an dengan melanggar perintah Allah, maka seluruh pertimbangan akal pikirannya (&lt;em&gt;kognisi)&lt;/em&gt;nya akan berusaha menganalisis serta mencocokkan dengan kata hati (&lt;em&gt;qolbu&lt;/em&gt;)nya, sehingga hasil akhir yang akan dilaksanakan sebagai aktivitas psikomotor merupakan hasil pengambilan keputusan berdasar sintesis dan evaluasi ketiga &lt;em&gt;(aspek kognisi, afeksi dan psikomotori)&lt;/em&gt; nya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Begitu indahnya &lt;em&gt;&lt;strong&gt;sistem&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; pengambilan keputusan yang diberikan Allah SWT kepada kita, sehingga hambaNya dapat secara bebas &lt;em&gt;(demokratis)&lt;/em&gt; menyusun variabel dari &lt;strong&gt;&lt;em&gt;sub sistem &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; yang membangun pikirannya, guna menarik kesimpulan dari setiap penelitian (&lt;em&gt;pemecahan masalah&lt;/em&gt;) yang dihadapinya.&lt;br /&gt;Hanya orang yang ber"iman" saja yang mampu melakukan seutuhnya perintah Allah dan menghindari seluruh larangan Allah (&lt;em&gt;amar makruf nahi munkar&lt;/em&gt;). Sayang tidak banyak diantara kita yang memahami hal ini, sehingga nikmat Allah yang begitu besar (&lt;em&gt;berupa&lt;/em&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;iman&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;), tidak mampu ditangkap dengan segenap kemampuan indrawinya. Ibarat seekor kambing yang hanya mampu menangkap kenikmatan sekeranjang rumput, namun tetap mengabaikan sebongkah intan berlian yang ada di samping keranjang rumput. &lt;br /&gt;Allah Maha Besar, dan hanya Allah yang Maha Mengetahui tentang hambaNYA.&lt;br /&gt;Namun tetap lebih baik kita selalu bermohon melalui segenap "doa", agar akhir hidup kita kelak berada dalam keadaan &lt;strong&gt;Chusnul Chotimah&lt;/strong&gt; karena berpegang teguh pada keimanan. Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;catatan : anak bungsu saya bernama Iman Akbar, suatu doa Saya kepada Yang Maha Pengasih dan Penyayang agar kelak setelah dewasa iman anak saya kokoh,kuat dan tidak tergoyahkan oleh perubahan yang menggoda keyakinannya.  &lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-298897428461466363?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/298897428461466363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=298897428461466363&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/298897428461466363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/298897428461466363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/07/iman.html' title='IMAN'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/SHgFWU1y2iI/AAAAAAAAALc/udQeqaLYXY4/s72-c/i.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-6330752229148063482</id><published>2008-07-06T08:53:00.000+07:00</published><updated>2008-08-04T08:57:28.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENGALAMAN PRIBADI'/><title type='text'>TAMAN SISWA</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/SHGAIDKy6wI/AAAAAAAAALU/TmU522_cDCc/s1600-h/TS.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/SHGAIDKy6wI/AAAAAAAAALU/TmU522_cDCc/s320/TS.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220094318877010690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada saat saya membuka lembaran Harian Kompas edisi Sabtu 5 Juli 2008, ada dua kebetulan dari peristiwa sejarah pendidikan saya yang kembali bangkit dari memori di dalam fikiran.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; adalah berita Seni Pentas di dalam judul besar teropong, yang diawali dengan sepenggal Ketawang SOYUNG &lt;br /&gt;     &lt;em&gt;Ana tangis layung-layung&lt;br /&gt;     Tangise wong wedi mati&lt;br /&gt;     Gedongana, kuncenana&lt;br /&gt;     Wong mati mongso wurungo  &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tembang itu pernah saya terima dari pembelajaran Sastra Jawa saat saya duduk di bangku kelas IV Sekolah Rakyat Taman Muda Taman Siswa, Jalan Monginsidi Ngadisimo Kediri. Bapak Slamet (almarhum) mengajarkan tembang SOYUNG tersebut sambil membekali para siswanya dengan suatu filsafat kehidupan yang ternyata hampir setengah abad kemudian, baru saya rasakan begitu dalam esensinya.&lt;br /&gt;Tembang kematian tersebut mengingatkan semua hamba Tuhan, akan takdir kehidupan yang akan sampai pada saat "datang menghadap" (marak sowan)kepada Sang Empunya kehidupan itu senfiri yaitu Allah SWT.&lt;br /&gt;Dan indahnya, tembang kematian SOYUNG secara lugas mengingatkan bahwa "&lt;em&gt;sang waktu&lt;/em&gt;"pun ternyata tunduk dan patuh pada pemilik waktu itu sendiri yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga tidak memberikan peluang waktu sedetikpun saat Sang Malaikat Maut menjemput hamba Tuhan Yang dicintaiNya untuk datang menghadap.&lt;br /&gt;Sekuat apapun seorang hamba, seberapapun kaya harta yang dimiliki, dan sengotot apapun keinginannya untuk mempertahankan "nyawa" yang terbenam di dalam dirinya, (&lt;em&gt;bahkan digambarkan sebagai upaya sembunyi di dalam gedung yang dikunci rapat-rapat sekalipun&lt;/em&gt;) maka ketentuan Illahi tentang "ajal" tak akan pernah bergeser sedikitpun.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Pembelajaran tentang datangnya kematian tersebut sekaligus mengajarkan tentang upaya mengisi kehidupan sebagai bekal datangnya kematian.&lt;br /&gt;Semangat kehidupan itulah yang menjadi slice &lt;em&gt;&lt;strong&gt;kedua&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; tulisan ini, untuk menanggapi berita pendidikan di harian Kompas edisi Sabtu 5 Juli 2008 tepatnya pada halaman 12, dengan judul &lt;em&gt;"Perguruan TamanSiswa Terancam Runtuh&lt;/em&gt;".&lt;br /&gt;Dari tahun ke tahun, Perguruan TamanSiswa terus mengalami kemunduran dari segi peminat dan peran. Tanpa ada upaya perbaikan dan perubahan, TamanSiswa diperkirakan akan collapse dalam lima tahun mendatang. Kini TamanSiswa tidak lagi dianggap sebagai sekolah berkualitas dan suara TamanSiswa juga sudah tidak diperhitungkan lagi oleh para penentu kebijakan pendidikan nasional.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Darmaningtyas&lt;/strong&gt; dalam sarasehan tentang peran TamanSiswa tanggal 4 Juli 2008 di Yogyakarta mengatakan bahwa "&lt;em&gt;manajemen Taman Siswa sudah tidak lagi mampu mengimbangi perkembangan sekolah negeri dan swasta lain yang terus membaik&lt;/em&gt;", sehingga disarankan kepada pengelola TamanSiswa untuk segera mengejar target kuantitas dulu baru kualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa kali pertemuan saya dengan para petinggi TamanSiswa (Majelis Luhur)seperti Ki Supriyoko, saya masih merasakan adanya getaran semangat yang luar biasa dalam gelaran mengIndonesiakan Pendidikan di tanah air, baik melalui aktivitas formal bersama program-program Depdiknas, maupun penuangan ide di dalam perwujudan produk-produk BSNP sebagai arah kebijakan mutu pendidikan kita ke depan.&lt;br /&gt;Sebagai salah satu dari alumni TamanSiswa saya merasakan adanya kelahiran kembali (&lt;em&gt;"re-born")&lt;/em&gt; nilai serta kaidah pendidikan TamanSiswa ke dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi &lt;em&gt;(KBK)&lt;/em&gt; maupun Kurikulum 2006 BSNP &lt;em&gt;(yang sebenarnya adalah KBK juga). &lt;/em&gt; Saat proses layanan pendidikan di sekolah mengimplementasikan tiga aspek belajar (&lt;em&gt;kognitif, afektif dan psikomotik&lt;/em&gt;) secara berimbang, maka segenap aspek kehidupan kemanusiaan peserta didik kita memperoleh sentuhan kepekaan, sehingga mampu berkembang sesuai dengan tingkat potensi bawaannya. Inilah implementasi Kurikulum Sekolah yang pernah saya terima selama belajar di Taman Indriya dan Taman Muda pada Perguruan TamanSiswa.&lt;br /&gt;Di era awal tahun enampuluhan, Perguruan TamanSiswa begitu eksis menebarkan pendidikan humanisme sehingga setiap akhir semester atau kwartal saat penerimaan rapor kepada para orang tua siswa, selalu dibarengi dengan "Open-house sekolah". Dalam acara itulah para orang tua mengetahui secara persis kompetensi putra-putrinya dalam bentuk pameran karya siswa serta berbagai pentas seni &lt;em&gt;(musik,tari, lukis, kriya, kerajinan tangan, dll).&lt;/em&gt;   &lt;br /&gt;Sayang peluang untuk melahirkan kembali nilai-nilai pendidikan kemanusiaan yang menjunjung tinggi esensi demokratisasi saat ini, tidak menjadi prioritas utama &lt;em&gt;(bagi keluarga besar Tamansiswa)&lt;/em&gt; untuk ditegakkan kembali melalui penerapan kurikulum sekolah (&lt;em&gt;KBK/2006BSNP&lt;/em&gt;). Paling tidak penerapan kurikulum di jenjang SMP saat ini perlu dikritisi, karena diinstruksikan kepada para guru untuk tidak lagi perlu memberikan fokus perhatian terhadap aktivitas dari setiap aspek afeksi dan psikomotorik (&lt;em&gt;dengan cara merata-rata 3 aspek nilai&lt;/em&gt;) sehingga cukup satu nilai saja yang diperlukan dalam penentuan keberhasilan belajar (&lt;em&gt;kenaikan kelas) &lt;/em&gt;. dampak kebijakan ini akan menyebabkan dominasi nilai kognitif (&lt;em&gt;kecerdasan otak kiri&lt;/em&gt;)sebagai satu-satunya hasil belajar yang memperoleh pengakuan dari sekolah, seperti halnya aturan main di dalam kurikulum 1994. Hendaknya perlu diketahui bahwa hal ini bertentangan dengan esensi pendidikan seutuhnya dari TamaSiswa maupun Kurikulum KBK yang menempatkan setiap aspek secara berimbang, sebagai proses &lt;em&gt;equilibrium&lt;/em&gt; dari proses pekembangan belajar itu sendiri. Pernahkah kita sadari bahwa di dalam proses sains, diperlukan sikap ilmiah (aspek sfeksi) untuk meraih esensi konsep-konsep ilmiah itu sendiri?... &lt;br /&gt;Saya ternyata tidak tahu, seberapa jauh teman-teman di Majelis Luhur TamanSiswa telah merengkuh peserta didik di dalam lahan jalur pendidikan non formal, walaupun saya tahu adanya dukungan yang sangat positif dari pihak birokrasi di Depdiknas kepada Perguruan TamanSiswa terhadap masalah ini.  &lt;br /&gt;Kalau saja dipertanyakan kontribusi pemikiran apakah yang akan saya berikan sebagai alumni Perguruan TamanSiswa untuk memajukan almamater tercinta, maka jawaban saya justru berbeda dengan pemikiran Darmaningtyas, yang juga saya kenal dan sering temui di berbagai forum seminar pendidikan. Bukankah "perbedaan" itu diciptakan sebagai rahmat bagi kita?. &lt;br /&gt;Untuk Perguruan TamanSiswa yang berada di kota-kota besar dengan potensi ekonomi memadai, hanya ada satu cara untuk menggalah akuntabilitas publik, yaitu dengan meningkatkan kualitas layanannya. Sedangkan untuk Perguruan TamanSiswa yang berada di daerah (&lt;em&gt;dengan kondisi ekonomi yang sulit berkompetisi&lt;/em&gt;), disitulah perguruan ini harus merengkuh dengan segenap kemampuan agar tidak ada peserta didik yang tidak belajar (sekolah) hanya karena diri dan keluarganya miskin, namun layanilah mereka dengan PENDIDIKAN YANG BERKUALITAS TINGGI demi memenuhi rasa keadilan serta kemanusiaan seperti yang diajarkan oleh Ki Hadjar Dewantara. &lt;br /&gt;Masalah kita sekarang adalah bagaimana menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas tinggi dari Perguruan TamanSiswa kita?. &lt;br /&gt;Saya lebih percaya hal ini dapat dilakukan bersama para alumni Perguruan Tamansiswa yang bertebaran di seantero tanah air, hanya masalahnya "adakah data alumni yang akurat?" kalau memang tidak tersedia mari kita mulai menjaring data alumni tersebut melalui gelaran nasional dengan proposal yang hebat, sehingga setiap alumni yakin dan percaya untuk membantu secara sukarela dari rupiah yang terkecil sekalipun, asalkan ikhlas!.&lt;br /&gt;Hanya dengan keyakinan diri &lt;strong&gt;sukses&lt;/strong&gt;, maka kita &lt;strong&gt;mampu meraih dan menikmati kesuksessan itu sendiri.   &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Perguruan tersayang ada dipersimpangan jalan, dan tembang SOYUNG kembali dikumandangkan....namun tidak untuk hari depan TamanSiswa..(&lt;em&gt;kalau kita menghendakinya&lt;/em&gt;), seperti firman Allah di dalam surat Al Baqarah "&lt;em&gt;Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, manakala kaum itu sendiri tidak berupaya merubah nasibnya sendiri" &lt;/em&gt; dan semoga Tuhan mengabulkan keinginan hambaNya untuk menghidup-hidupi Perguruan TamanSiswa. Amien.&lt;br /&gt;Bangkitlah TamanSiswa-ku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"... &lt;em&gt;Sungguh alangkah hebatnya kalau tiap-tiap guru di perguruan Tamansiswa itu satu per satu adalah Rasul Kebangunan! Hanya guru yang dadanya penuh dengan jiwa kebangunan dapat 'menurunkan' Kebangunan ke dalam jiwa sang Anak&lt;/em&gt;" — Presiden Soekarno.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-6330752229148063482?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/6330752229148063482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=6330752229148063482&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/6330752229148063482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/6330752229148063482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/07/taman-siswa.html' title='TAMAN SISWA'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/SHGAIDKy6wI/AAAAAAAAALU/TmU522_cDCc/s72-c/TS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-2056104258168109575</id><published>2008-05-05T10:06:00.000+07:00</published><updated>2008-07-07T10:17:56.684+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA PENDIDIKAN'/><title type='text'>KRITIK vs KRITIK</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/SB565kI3k0I/AAAAAAAAAIg/pWKbN4D9wjI/s1600-h/belajar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/SB565kI3k0I/AAAAAAAAAIg/pWKbN4D9wjI/s200/belajar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196726149404136258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Memenuhi janji saya untuk memuat suatu berita yang menarik tentang implementasi Kebijakan Pendidikan di lapangan (Program Bebas Buta Angka/Aksara) dari Depdiknas, berikut secara lengkap saya "copy" isi berita tersebut dari sumbernya.&lt;br /&gt;Diakhir berita, pada saatnya nanti saya akan memberikan komentar, atau Anda boleh mengomentarinya, dengan meng-"klik" di sisi kanan bawah pada tulisan komentar dan menuliskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aparat Desa Kritik Pedas Mendiknas &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;http://menkokesra.go.id -- Berita 6 APRIL 2008&lt;/em&gt;: &lt;br /&gt;Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo menuai kritik pedas dari aparat pemerintahan desa. Bambang dianggap selama ini lebih percaya kepada laporan bawahannya, tanpa pernah meneliti kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritikan itu disampaikan aparat desa kepada Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) saat menjadi pemateri dalam Kongres Gerakan Ekonomi Masyarakat (Gema) Desa di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (6/4/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kritikan dilontarkan Karsidi, Kepala Desa Karanggayam, Kecamatan/Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Di hadapan ribuan kepala desa, lurah, dan kepala dusun peserta kongres yang berasal dari 1.000 desa se-Jawa Tengah, Karsidi dengan lantang mempertanyakan program penuntasan buta aksara yang selama ini dikatakan telah berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, katanya, jumlah warga yang tidak bisa baca, tulis, dan berhitung di pedesaan masih sangat tinggi. "&lt;em&gt;Mungkin di kantor Bapak di Jakarta sana, selalu menerima laporan bahwa desa-desa sekarang sudah bebas buta aksara. Padahal, itu hanya pesanan dari atas. Lihat saja Temanggung, daerah asal Bapak, dan Jawa Tengah khususnya. Masih banyak yang buta huruf&lt;/em&gt;," kata Karsidi disambut suara riuh peserta lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karsidi bahkan dengan terang-terangan menolak keberadaan pendidikan kesetaraan yang dinilainya berkualitas rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi kritikan Karsidi, Mendiknas menegaskan bahwa selama ini dia dan jajarannya selalu mencoba berprasangka baik kepada aparat yang berada di daerah. Kalau kemudian ternyata laporan yang mereka terima selama ini tidak sesuai kenyataan, itu artinya aparat di daerah, termasuk para kepala desa dan jajarannya yang telah melakukan kebohongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Baru sekarang saya sadar kalau telah dibohongi. Ini akan saya teliti lebih jauh, kalau ternyata bohong, saya akan lapor ke Presiden bahwa aparat desa banyak yang bohong," &lt;/em&gt;kata Mendiknas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait tuntutan agar kualitas pendidikan kesetaraan sama dengan pendidikan formal, Mendiknas menegaskan hal itu sulit diwujudkan. "&lt;em&gt;Namanya saja pengganti. Kalau minta sama, tentu tidak mungkin. Ini demi keadilan, supaya jangan ada warga yang tidak bisa sekolah,"&lt;/em&gt; ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kualitasnya tidak sama dengan pendidikan formal, ujarnya, namun untuk pengakuan terhadap ijasah tetap sama, dijamin undang-undang sistem pendidikan nasional. Sehingga, kalau ada sekolah atau perguruan tinggi yang menolak, bisa dituntut di pengadilan. (mo/pd)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sepenggal dialog ANEH TAPI NYATA di dalam dongeng pendidikan anak bangsa. DIAKUI KUALITAS HASIL BELAJARNYA &lt;strong&gt;TIDAK SAMA&lt;/strong&gt;, tapi PENGAKUAN IJAZAHNYA &lt;strong&gt;SAMA&lt;/strong&gt;, naaah lu.....sejak kapan kita pandai bersilat lidah?. Lalu dimana letak ESENSI IJAZAH SEKOLAH?.&lt;br /&gt;Yaaaah terima sajalah kenyataan ini, bahwa memang pendidikan kita memang masih berkutat-berkutit di area &lt;em&gt;"kebohongan&lt;/em&gt;" alias "&lt;em&gt;permen karet"&lt;/em&gt; yang nampak mulut mengunyah makanan, namun tak sedikitpun gizi makanan ada di dalam mulut.&lt;br /&gt;Yang penting kan semua orang melihat peserta didik pada mengunyah.....terlepas yang dikunyah adalah....."&lt;em&gt;sampah pendidikan&lt;/em&gt;"???. Padahal 2 Mei 2008 yang lalu kita sudah memasang spanduk besar-besaran bahkan membelah jalan tol, dengan slogan PENDIDIKAN YANG BERMUTU TINGGI UNTUK SEMUA"....semua yang mana?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat kita selalu meminta kepada para Guru di sekolah agar mengikuti kaidah implementasi kurikulum yang benar, dengan melakukan &lt;strong&gt;proses layanan belajar &lt;/strong&gt;pada peserta didik yang mengikuti remediasi, karena tidak memenuhi ketuntasan belajarnya. Namun kita sekaligus mencontohkan hal itu tidak perlu dilakukan saat ada peserta didik yang tidak lulus Ujian Nasional, kemudian langsung mengikuti Ujian Nasional Ulang. Dan seharusnya kalau tidak juga lulus mengikuti Ujian Nasional Ulang, peserta ujian tersebut masih berhak mengikuti Ujian Nasional Ulang Ulang....sampai habiiiis. Haaa?.....&lt;strong&gt;Apa kata dunia &lt;/strong&gt;kalau Ujian didesain untuk menghabiskan siswa pada periode tahun ajaran yang sama????. Apakah memang Ujian Nasional memang diarahkan menjadi tujuan sekolah???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesama Busway memang tidak disiapkan double track sehingga tidak dapat saling mendahului, jadi kepada teman-teman yang berada di dalam rumah pendidikan sekolah (&lt;em&gt;formal maupun  non formal)&lt;/em&gt; jangan marah ya......kan kita sesama Busway...TQ.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-2056104258168109575?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/2056104258168109575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=2056104258168109575&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/2056104258168109575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/2056104258168109575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/05/kritik-vs-kritik.html' title='KRITIK vs KRITIK'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/SB565kI3k0I/AAAAAAAAAIg/pWKbN4D9wjI/s72-c/belajar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-7102691473828602807</id><published>2008-05-05T09:21:00.000+07:00</published><updated>2008-05-05T09:57:33.987+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENGALAMAN PRIBADI'/><title type='text'>PESAN TERAKHIR</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_3GknuDElU8o/SB53P0I3kzI/AAAAAAAAAIY/OfNZ78mIarU/s1600-h/doa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_3GknuDElU8o/SB53P0I3kzI/AAAAAAAAAIY/OfNZ78mIarU/s200/doa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196722133609714482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa pesan terakhir (&lt;em&gt;yang secara tidak sengaja/sadar&lt;/em&gt;) saya sampaikan kepada almarhum H.Sumantri, sehari sebelum beliau kembali ke Rahmatullah memenuhi kewajiban ruchaninya (&lt;em&gt;Rabu, 23 April 2008&lt;/em&gt;), melalui pembicaraan telepon selullair;&lt;br /&gt;"&lt;strong&gt;SUDAHLAH, MULAI SEKARANG DIK MANTRI MENSYUKURI NIKMAT YANG ADA SAJA". &lt;br /&gt;"KALAU PENGIN BAHAGIA, MULAI SEKARANG TIDAK USAH LAGI MENGELUH, KARENA DENGAN TIDAK MENGELUH BERARTI KITA BISA BERSYUKUR DENGAN IKHLAS".&lt;br /&gt;"KALAU KITA BISA IKHLAS, MAKA KITA BISA SABAAAR, DAN AKHIRNYA KITA BISA BERSERAH DIRI KEPADA ALLAH".&lt;/strong&gt;Benar-benar Saya tidak tahu, bahwa pembicaraan via Hp tersebut merupakan pembicaraan terakhir saya dengan beliau.&lt;br /&gt;Ajal (&lt;strong&gt;Izra'il&lt;/strong&gt;) telah menjemput Bp.H.Sumantri, disaat beliau sedang berbicara melalui telepon sellulair dengan Pak Eko.&lt;br /&gt;Dalam pembicaraan saya dengan Pak Eko (&lt;em&gt;saat pemakaman almarhum Bp H. Sumantri&lt;/em&gt;) di Pemakaman Sonolayu Boyolali) tentang hal tersebut, bahkan Pak Eko sendiri merasa terkejut, karena tiba-tiba pembicaraan terhenti..."&lt;em&gt;hallo....hallo"....(ternyata beliau sudah wafat dengan nyaman) &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INNALILLAHI WAINNAILLAIHI ROJIUN&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT menerima amal baktinya, saat beliau masih hidup di dunia.&lt;br /&gt;Selamat tinggal dunia, selamat datang alam penantian, &lt;em&gt;sambil menunggu alam kebangkitan.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tuhan Maha Pengampun, dan dengan ke Maha AmpunanNYA itu, seolah-olah memanggil-manggil dan mengejar setiap "pendosa" untuk dibasuh dosa-dosa setiap hamba, dengan ampunanNYA.&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Allahu Akbar, Allah Maha Besar!. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-7102691473828602807?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/7102691473828602807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=7102691473828602807&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/7102691473828602807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/7102691473828602807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/05/pesan-terakhir.html' title='PESAN TERAKHIR'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_3GknuDElU8o/SB53P0I3kzI/AAAAAAAAAIY/OfNZ78mIarU/s72-c/doa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-1129279864850280415</id><published>2008-04-24T08:58:00.000+07:00</published><updated>2008-04-24T09:17:48.331+07:00</updated><title type='text'>BERITA DUKA</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Innalillahi wainaillaihi rojiun&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Telah berpulang ke haribaan Allah SWT, Bapak H. Sumantri (adik ipar Bapak Darsana S)&lt;br /&gt;pada Hari Rabu Tanggal 23 April 2008 sekitar jam 08.30 wib di rumah Kediaman Jl.A Yani 250 Makakamhaji Solo, karena serangan jantung.&lt;br /&gt;Semoga arwah almarhum Bapak H.Sumantri diterima di sisi Allah SWT dan memperoleh ampunan dosa dari Allh SWT. Kepada keluraga yang ditinggalkan semoga memperoleh ketabahan iman serta kesabaran dari Allah SWT. Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solo, 23 April 2008&lt;br /&gt;Keluarga Besar&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Darsana Setiawan &lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-1129279864850280415?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/1129279864850280415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=1129279864850280415&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/1129279864850280415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/1129279864850280415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/04/berita-duka.html' title='BERITA DUKA'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-4814080612766646177</id><published>2008-04-18T05:54:00.000+07:00</published><updated>2008-04-18T06:48:25.652+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PSIKOLOGI AGAMA'/><title type='text'>PENYAKIT HATI vs KATA HATI</title><content type='html'>"&lt;em&gt;Setiap dari kita selalu memiliki kelemahan dalam hatinya, paling tidak TIGA hal yaitu ; &lt;strong&gt;berburuk sangka kepada orang lain, berlaku menghasut dan berkecil hati&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;" demikian sabda Rosulullah SAW. Lalu bagaimana cara mencegahnya agar hal itu tidak terjadi?. &lt;br /&gt;Di bawah ini disajikan beberapa &lt;strong&gt;tips&lt;/strong&gt; sebagai solusi pencegahan dari refleksi tiga kelemahan hati tersebut di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;strong&gt;Berburuk sangka &lt;/strong&gt;: Sebenarnya berburuk sangka tidak selamanya bersumber dari diri (hati) kita, dan hal ini dapat di analisa melalui UJI KATA HATI (HATI NURANI). Apabila kita sudah melakukan UJI KATA HATI terhadap  "&lt;em&gt;esensi permasalahan yang dapat dikatagorikan Buruk Sangka&lt;/em&gt;", maka sudah separuh dari tahap pencarian solusi kita dapati. Tinggal sekarang kita melakukan analisis terhadap KATA HATI dengan cara membiarkannya berproses secara alamiah. Singkirkan atau jauhkan proses analisis KATA HATI dari intervensi BISIKAN SETAN. &lt;br /&gt;Ikuti hasil analisis KATA HATI (HATI NURANI)yang tidak pernah salah, dan jangan keliru mengikuti BISIKAN SETAN. Manakala rongga dada kita terasa longgar, bernafaslah dalam-dalam dan mengucap SYUKUR kehadirat ALLAH SWT, karena kita telah menemukan diri kita yang sebenarnya yaitu HATI NURANI.&lt;br /&gt;Sebaliknya manakala rongga dada kita terasa sesak, bahkan disertai perasaan tergesa-gesa untuk melakukan "sesuatu" tanpa analisis KATA HATI, &lt;strong&gt;waspadalah&lt;/strong&gt;....bukan tidak mungkin hal itu adalah BISIKAN SETAN!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;strong&gt;Berlaku Menghasut &lt;/strong&gt;: Menghasut bisa berimplikasi &lt;em&gt;menjerumuskan orang lain &lt;/em&gt;atau &lt;em&gt;mengadu domba orang lain&lt;/em&gt;. Keduanya akan membawa resiko permusuhan baik kepada pihak yang diadu domba maupun dengan kita yang menjadi sumber hasutan. Manakala kita sadari implikasi negatif dari perilaku menghasut ini, maka SEGERALAH MEMBUANG JAUH-JAUH pikiran menghasut tersebut. Setidaknya menekan dalam-dalam sehingga tidak pernah dan tidak akan pernah terjadi hasutan yang berasal dari diri kita. Jangan tergesa-gesa puas saat kita merasa sukses menghindari kejaran hasutan tersebut, karena pembawa hasutan itu adalah SETAN, yang tidak pernah puas menggoda serta menjerumuskan kita. Kalau begitu &lt;strong&gt;waspadalah&lt;/strong&gt;.... karena hasutan tersebut tidak lain adalah SETAN ITU SENDIRI!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;strong&gt;Kecil Hati &lt;/strong&gt;bisa juga disebut Pesimistis, yang bersumber dari kehilangan rasa percaya diri untuk dapat melakukan atau menyelesaikan sesuatu tanggung jawab. Lawan dari Pesimis adalah Optimis yaitu rasa percaya diri mampu melakukan dan menyelesaikan sesuatu yang menjadi tanggung jawabnya. Kedua hal tersebut memang ada di dalam diri kita, namun masih berada di dalam batas "normatif" manakala tidak berlebihan dan &lt;em&gt;kita merasa mampu mengendalikannya&lt;/em&gt;. Pesimis yang berada di dalam batas normal, dapat kita kelola menjadi positif manakala diseimbangkan dengan rasa Optimis yang normal, sehingga muncul rasa percaya diri (&lt;em&gt;self confidence&lt;/em&gt;)dan berujung pada keyakinan MAMPU MENYELESAIKAN SESUATU YANG MENJADI TANGGUNG JAWABNYA. Optimisme yang berlebihan dapat menyebabkan rasa percaya diri yang juga berlebihan (&lt;em&gt;over confidence&lt;/em&gt;), dan hal ini dapat menjerumuskan kita ke dalam jurang KESOMBONGAN karena lepas kendali dari analisis KATA HATI (&lt;em&gt;lost control&lt;/em&gt;).  &lt;br /&gt;Janganlah khawatir berlebihan manakala muncul rasa pesimistis di dalam hati kita, yakinkan bahwa diri kita tidak sendiri, ada tempat berlindung dan tempat meminta (petunjuk) yang tidak pernah salah yaitu ALLAH SWT, melalui konsultasi KATA HATI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga &lt;strong&gt;tips&lt;/strong&gt; di atas bermanfaat membantu kita di dalam mengelola (&lt;em&gt;memenej&lt;/em&gt;) KATA HATI/HATI NURANI/QOLBU menuju ke tujuan akhir PELABUHAN CINTA SANG PENCIPTA.&lt;br /&gt;Amien. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cizantoeng, 17 April 2008&lt;br /&gt;Pagi disaat hati mencari tempat berlabuh,&lt;br /&gt;Darsana Setiawan,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-4814080612766646177?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/4814080612766646177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=4814080612766646177&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/4814080612766646177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/4814080612766646177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/04/penyakit-hati-vs-kata-hati.html' title='PENYAKIT HATI vs KATA HATI'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-780380617823224582</id><published>2008-03-07T08:11:00.000+07:00</published><updated>2008-03-07T08:16:37.211+07:00</updated><title type='text'>UJIAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R9CXaiCV6II/AAAAAAAAAGk/V5TNiISmocE/s1600-h/KALIGRAFI.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R9CXaiCV6II/AAAAAAAAAGk/V5TNiISmocE/s200/KALIGRAFI.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5174802453917722754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;agi-pagi seperti biasa, acara saya nonton TV dimulai dengan menikmati acara Mama dan Aa “curhat doong” di chanel Indosiar dengan tema curhatnya adalah “sombong?, ke laut saja”. Yang secara spesial melekat di benak saya pagi tadi adalah ungkapan Mama Dedeh (Ustadzah Dedeh), bahwa setiap manusia akan menerima ujian dari Allah dan tinggal bagaimana cara kita menyikapi atau memaknai ujian tersebut. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A&lt;/strong&gt;da dua macam ujian yaitu ujian yang “hasanah” dan ujian yang “syaiah”. Termasuk di dalam peristiwa ujian “syaiah” misalnya musibah sakit, usaha bangkrut, ditipu orang, kecelakaan, bencana dan sebagainya. Kemudian Mama Dedeh berkata kalau ujian yang “hasanah” contohnya antara lain “naik pangkat dan jabatan gratis”, atau “dapat penghargaan dan pujian gratiiis”, atau “dapat istri gratiiis”, atau “dapat rumah baru gratiiis”. Semula saya tersenyum simpul sendiri saat mendengar ungkapan “dapat istri gratis”, namun setelah saya “cerdasi” sendiri, ternyata benar adanya. Memiliki seorang istri atau suami bagi setiap hamba Allah adalah ujian, dan bisa jadi ujian yang “syaiah” atau ujian yang “hasanah” tergantung dari kenyataan yang kita hadapi di dalam rumah tangga masing-masing.&lt;br /&gt;Setelah berumah tangga 32 tahun lamanya, saya baru menyadari betul, bahwa apapun keadaannya bagi setiap suami atau istri, memiliki pasangan hidup itu adalah juga ujian dari Allah SWT, agar dapat berbakti serta tetap mencintaiNya. Banyak yang tidak memahami masalah ini, sehingga seringkali merespon ujian (terutama yang “syaiah”) dengan kemarahan, kekesalan, umpatan, keluhan, kekerasan, penghianatan bahkan dengan hujatan tidak saja kepada pasangannya, akan tetapi juga banyak yang mengalamatkan kepada Sang Pemberi Ujian yaitu Allah Swt. Astaghfirullahaladziim, mungkin saya dan anda pernah melakukannya, karena ketidakfahaman atau keterbatasan akan adanya ujian yang diberikan Sang Maha Kasih kepada hambaNya. Namun tidak perlu berkecil hati, karena saat saya dan anda (kita) tidak lulus pada ujian yang satu, maka dihadapan kita telah disajikan ujian berikutnya, sehingga kita memperoleh peluang untuk selalu meningkatkan  kualitas (Quality improvement) keimanan kita. Dan janganlah pernah berpikir bahwa saat kita mampu menghujat setiap ujian yang adatang, maka ujian berikutnya akan berhenti menghampiri kita. Kalau ujian diposisikan seperti ini, maka ujian menjadi hak dari manusia, sehingga sifat keadilan dan kesetaraan Allah, dapat dinikmati oleh setiap hamba Allah, siapapun dia, setinggi apapun jabatan atau pangkatnya, sekaya apapun harta duniawinya, dan last but not least sepandai atau secerdas apapun otaknya.  &lt;br /&gt;Oleh karena itu hendaknya kita tidak terpeleset untuk menggunggat ujian yang menjadi hak kita sendiri. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A&lt;/strong&gt;kan lebih baik manakala mensikapi setiap ujian yang diterima, menjalaninya dengan sabar, ikhlas, tawakal, amanah dan senantiasa mensyukuri datangnya ujian tersebut. Di dalam pengajian malam jum’at (tadi malam) pak Ustadz mengatakan bahwa sifat yang pandai mensyukuri pemberian (ujian) Allah, disebut dengan “syakiir” sedangkan sifat yang lebih dan lebih lagi mensyukuri nikmat Allah, disebut dengan “syakur”. Identitas hamba Allah yang “syakur” dapat dilihat dari sikapnya saat menghadapi  ujian Allah, misalnya mendapatkan  penyakit, kemudian dari hasil  evaluasi diri (self evaluation) seseorang mampu mensyukuri datangnya sakit tersebut, bukan sebagai malapetaka, akan tetapi sebagai peringatan Allah, bahwasanya Allah tetap memberika perhatian terhadap dirinya. &lt;br /&gt;Subhanallah, Maha Suci Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cijantoeng tiga, saat sepi di rumah, 7 Maret 2008.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-780380617823224582?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/780380617823224582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=780380617823224582&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/780380617823224582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/780380617823224582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/03/ujian.html' title='UJIAN'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R9CXaiCV6II/AAAAAAAAAGk/V5TNiISmocE/s72-c/KALIGRAFI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-8845621862661536477</id><published>2008-03-01T08:55:00.000+07:00</published><updated>2008-03-01T09:49:03.707+07:00</updated><title type='text'>ANALOGI BANJIRNYA KALI KRESEK</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R8i4C-58RuI/AAAAAAAAAFM/G5Vy8LaN_4U/s1600-h/kali.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5172586533420287714" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R8i4C-58RuI/AAAAAAAAAFM/G5Vy8LaN_4U/s200/kali.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;S&lt;/strong&gt;etiap kali saya bermain di kolam renang Tirtayasa (Kuwak), ataupun di kolam renang Paggora, perjalanan saya selalu melewati kali Kresek yang berada di sisi timur Taman Makam Pahlawan Kediri, atau disebelah barat dari Asrama Polisi. Ciri khas kali Kresek di kawasan itu adalah dasar kali yang berbatuan, besar-besar lagi. Setelah belajar di SMA, saya baru mengetahui bahwa kali Kresek bermuara ke sungai Brantas yang berada di daerah Gampengrejo,seiring dengan meningkatnya frekuensi kunjungan saya ke rumah mbah kakung (mbah Lurah Tosari Nurhasyim) di desa Juwet Minggiran.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;L&lt;/strong&gt;alu ada apa dengan kali Kresek, nah berita media cetak kemarin sedikit mengejutkan saya, karena limpahan air kali Kresek meluber kemana-mana sehingga membanjiri lahan persawahan yang siap panen di empat desa daerah Gampengrejo yaitu, Kewadungan, Sambirejo, Mutih dan Karangrejo.&lt;br /&gt;Dipastikan sekitar 95 hektar sawah di sepanjang kiri dan kanan kali Kresek akan gagal panen periode ini, padahaldalamkondisi ekonomi yang susah seperti sekarang para petani hanya megantungkan nasib ekonominya dari kegiatan bertani.&lt;br /&gt;Kalau banjir karena luapan air kali,….kan terjadi dimana-mana, di seantero wilayah tanah air kita, sehingga bukan lagi suatu peristiwa luar biasa, apalagi banjirnya cuman dalam wjud air dan paling-paling 4 sampai 5 hari juga sudah surut dan selesai. Sedangkan di Porong Sidoarjo ada banjir yang berlangsung bertahun-tahun tidak pernah surut, luberannya bukan hanya air tapi mayoritas luapan lumpur panas ditambah gas berbahaya lagi,…..anehnya tidak ditindak-lanjuti sebagai peristiwa darurat luar biasa yang harus segera di selesaikan secara tuntas. Saya membuat analogi ini bukan untuk mengecilkan arti penderitaan para petani disepanjang kali Kresek yang kebanjiran, akan tetapi sekedar mengingatkan bahwa kita harus bersiap-siap kecewa manakala “sekedar mengharapkan bantuan dari instansi publik, mengingat belaiu-beliau yang di Jakarta saja sedang pusing menjalankan perintah Presiden untuk menuntaskan luapan lumpur Sidoarjo”. Anda mungkin tidak akan percaya, bahwa seorang Presiden sampai harus memindahkan kantornya ke lokasi musibah, dan mengendalikan pemerintahannya dari tempat terjadinya bencana. Salah satunya adalah Presiden SBY kita, yang menginstruksikan langsung untuk penuntasan masalah luapan lumpur dan gas berbahaya, sehingga masyarakat miskin yang menderita tidak terus berkelanjutan teraniaya oleh urusan bisnis yang mengawali kejadian musibah tersebut.&lt;br /&gt;Koran Kompas pernah memuat berita (yang seharusnya menggembirakan kita) bahwa ada pihak pengusaha kontraktor teknik dari Jerman, yang sanggup menghentikan semburan lumpur diSidoarjo tersebut denankompenasai baiaya sekian juta $ US. Namun saya dan anak-anak saya bersepakat dalam satu pendapat bahwa tawaran itu pasti ditolak, dengan perkiraan positif bahwa pihak pelaksana teknis bisnis pengeboran masih sanggup melaksanakan “penghentian semburan lumpur”,sedangkan perkiraan negatifnya ikuti saja cara-cara China, yang piawai dan sukses dalam menjalankan pencurian teknologi tinggi seperti halnya negara tetanganya Jepang.&lt;br /&gt;Mohon diartikan saya menulis bisnis pengeboran dengan huruf tebal, dengan sengaja agar tidak diplesetkan dalam pengambilan peran tangung jawabnya, mengingat diskusi di gedung parlemen sudah diarahkan bentukkan opininya bahwa semburan lumpur dan gas itu bukanlah tujuan bisnis, karena tidak akan mendatangkan keuntungan apapun bagi pihak pengebor!.&lt;br /&gt;Jadi masalah yang terjadi adalah kesalahan pelaksanaan teknis dari proses pengeboran, atau yang sering disebut secara umum sebagai bencana teknologi, karena semburan lumpur dan gas itu terjadi sebagai akibat adanya aktivitas teknologi. Itulah kondisi faktual yang secara kronologis dapat dilaporkan dalam berbagai laporan ilmiah bidang teknologi, sebagai pembelajaran bagi generasi masa datang. Janganlah kita merekayasa proses kejadian kesalahan penerapan bencana teknologi sebagai ekspresi upaya manusia untuk meningkatkan kesejahteraannya, dengan mengalihkannya menjadi peristiwa alam sehingga kejadian tersebut menjadi bencana alam.&lt;br /&gt;Di posisi cara berpikir inilah kita sekarang sedang diuji untuk berani jujur mengakui akan kesalahan dan keterbatasan sebagai hamba, karena Tuhan akan marah manakala muncul kesombongan dalam diri manusia yang melakukan pembenaran dengan meyalahkan rencanaTuhan dalam bentuk pemberian label penyebab semburan lumpur dan gas beracun sebagai bencana alam, alias di luar tanggung jawab penyebab manusiawi. Persis seperti terjadinya banjir karena meningkatnya debit air sungai di luar kapasitas sungai bersangkutan, sebagai akibat menurunnya penyerapan air karena hutannya digunduli orang. Kemudian kita memberikan label bencana alam, sementara bos-bos pembalak hutan dengan bebas menikmati hasil bisnis dan menanam dananya sebagai devisa tambahan justru di negara lain.&lt;br /&gt;Tidak mudah memang, namun harus kita mulai dari sekarang, untuk berani mengambil resiko tanggung-jawab bisnis yang merugi. Jangan berdagang hanya mau untungnya saja, karena keuntungan itu adalah rejeki yang menjadi hak serta skenarionya Allah, kecuali memang dengan sengaja akan mengingkari hakikat keimanannya. Naudzubillah mindzalik.&lt;br /&gt;Kita selayaknya takut untuk berbuat tidak adil kepada sesama hamba Tuhan, tapi selayaknya kita juga takut kepada pencatutan skenario Allah dalam proses bencana alam.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A&lt;/strong&gt;nalogi banjirnya kali Kresek memang jauh dari penyebab bencana teknologi, namun patut disyukuri bahwa setidaknya kita tidak lagi menyatakan penyebabnya sebagai bencana alam pada luapan air bah di kali Kresek, karena kita juga tahu, bahwa terjadi penyempitan lebar kali karena adanya pengembangan tata bangunan di wilayah tertentu, serta meningkatnya debit air sebagai akibat penebangan pohon di lereng gunung Kelud yang menjadi lokasi hulu kali. Dengan demikian kita sudah berusaha menjauhi dosa dengan cara menutupi dosa melalui skenario Tuhan yang bernama bencana alam. Bagi mereka yang tidak sepaham dengan pemikiran seperti ini adalah hak mereka pula, karena memang Tuhan Maha Kaya dengan segala bentuk variasi serta formulasi pikiran hamba-hambaNya.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-8845621862661536477?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/8845621862661536477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=8845621862661536477&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/8845621862661536477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/8845621862661536477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/02/analogi-banjirnya-kali-kresek.html' title='ANALOGI BANJIRNYA KALI KRESEK'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R8i4C-58RuI/AAAAAAAAAFM/G5Vy8LaN_4U/s72-c/kali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-125354373700772600</id><published>2008-02-22T08:52:00.000+07:00</published><updated>2008-02-22T08:57:21.125+07:00</updated><title type='text'>PIKIRAN ANAK SMA SEKARANG</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;agi ini di depan lap top, sambil makan tempe goreng dan minum teh (soalnya daging empal sapi lagi menghilang dari pasar tradisional) saya di minta membantu "mas Iman" anak ragil(anak bontot) untuk nge-print tugas sekolahnya. Sambil membetulkan posisi disk-drive, saya membuka file dari disket kecil yang diketik "mas Iman" semalaman, dan betapa terkejutnya saya membaca berbagai tulisan tentang kehidupan sosial kemasyarakatannya yang ternyata dituangkan mirip-mirip cara dan gaya saya menulis. Wah...ibarat biji tak mungkin jatuh jauh dari pohonnya, dan memang salah satu tulisannya yang akan saya angkat di blog ini bertemakan tentang "Pohon". Diakhir tulisan mas Iman, saya baru akan memberi komentar, dan nanti setelah sang anak bontot pulang sekolah akan saya berikan print-out komentar saya tadi. Selengkapnya tulisan mas Iman adalah sebagai berikut;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Sosialisasi Multimedia&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;S&lt;/strong&gt;aat saya mengenal multimedia umur 9 tahun saya mengenal itu saat saya menonton tv dan ada berita tentang pembabatan pohon di sepanjang jalan raya antara Surabaya sampai Banyuwangi Jawa Timur, lalu saya berfikir buat apa sih pohon itu ditebang….. lalu saya binggung, kok dibiarin saja orang memotong pohon, malah seperti didukung. Nah pada saat saya berumur 12 tahun, saya baru tau kalo pembabatan liar terhadap pohon di hutan itu untuk di jual, dan mereka nggak mikir kalau selama ini terjadi banjir, antara lain karena tidak adanya pohon yang menahan air , hutannya pada gundul, sehingga sekarang banjir begini. Mengapa pak Polisi Kehutanan membiarkan mereka membalak hutan?, itu pemikiran saya pada umur saya yang ke 13.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;S&lt;/strong&gt;aya ingin ngebantu tapi saat itu tv hanya menyiarkan berita singkat , saat itu kan saya belum mengerti bagaimana menanggulanginya, kemudian saya di kasih tau oleh bapak saya begini; “penyebab banjir itu karena pohon yang di tebangi secara liar, dan dibiarkan bebas untuk merusaknya, baik yang di hutan Kalimantan maupun yang di Sumatera, bahkan yang di pulau Jawa”. Kalau ada yang diadili sebagai pembalak liar, malah bebas, dan melarikan diri ke luar negeri, agar dapat menikmati uang penjualan kayunya. Dan masyarakat kita yang ditinggalkan kebanjiran, merana, sengsara, hidup nestapa. Sekarang sedang digalakkan penanaman berjuta pohon, seluruh masyarakat diajak menanam pohon, dan hal itu adalah sesuatu yang baik. Tapi saya bertanya lagi, nanti kalau sudah pohonnya besar, lalu di potong secara liar lagi bagaimana, kan banjir lagi. &lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;uru di sekolah selalu menasehati, kalau ada masalah selesaikan dari yang kecil-kecil dulu, mulai dari dirimu sendiri dulu, dan lakukanlah saat ini juga. Jadi mestinya masalah pembalakan hutannya diselesaikan sekarang juga, baru kita menghijaukan lagi dengan menanam pohon. &lt;strong&gt;S&lt;/strong&gt;ejak saat ini pun saya tidak ingin memotong pohon, karena kalau bukan kita yang menjaganya, lalu siapa lagi, padahal saya nggak kepingin jadi Polisi Kehutanan, habis galakkan yang membalak hutannya sih, apa karena “bos pembalak” banyakkan uangnya kali ya?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcc99;"&gt;Komentar Saya:&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A&lt;/strong&gt;nak kelas 10(SMA kelas I), mengungkapkan kegundahan hatinya terhadap tatapan masa depannya, yang tidak begitu menggembirakan karena terusiknya "rasa keadilan" dalam bathinnya. Kepolosan pikirannya mengungkap betapa tidak adilnya pemburuan penjahat kelas kakap yang menghancurkan bangsa dan negara terlihat di depan matanya dengan menyebut :Kok pembalak hutan bisa bebas dari hukuman, dan bisa melarikan diri dengan melenggang ke Luar Negeri untuk menikmati hasil balakannya dengan besaran jutaaan US dollar (karena kalau di kurs rupiah uang tersebut akan kehabisan seri nomornya, alias rupiah tak ber-seri). Mengapa penjahat yang dinyatakan sebagai teroris dengan mudah dapat ditangkap dan diobrak abrik sindikasinya? (apa karena mereka miskin, sehingga dana transfer dari sumbangan yang dihimpun mudah dilacak?. Mengapa kartel narkoba di tanah air bisa diungkap oleh BNN, padahal duit penjualan barang terlarang tersebut tidak kalah gedenya dengan uang balakkan pohon yang menggunduli bagian tengah hutan di pulau Kalimantan dan Sumatera?.Kasus pembalakkan hutan ini memang penuh dengan "misteri", kalau tidak mau disebut dengan SANGAT MISTERIUS TAPI MENGGELIKAN". Kayu glondong balakkan yang sedang ditarik oleh truck tronton keluar dari hutan, saat ditangkap oleh sejumlah petugas keamanan, ee...ee...malah petugasnya lari tunggang langgang karena dikeroyok seluruh masyarakat kampung di sekitar kejadian....(ha? fenomena apa yang sedang terjadi sekarang ini?).Dapat dipastikan bahwa banjirnya kota-kota di sepanjang tepi utara perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur saat ini, disebabkan oleh gundulnya hutan pohon Jati milik "kehutanan", dan itu terjadi didepan mata kita semua. Di sisi lain, anak bontot saya "mas Iman" juga bingung, mengapa kita diajak rame-rame menanam berjuta pohon, sementara masalah penebangan liar terhadap pohon serta pembalaknya tidak diprioritaskan untuk segera diselesaikan.Saya memahami pikiran anak muda saya ini, karena dia pernah memperoleh pembelajaran dari ngajinya seperti yang difirmankan Allah SWT di dalam surah Al Baqoroh yang saya kutib sebagian ini; "pagi hari seseorang menenun benang sampai menjadi selembar kain, dan pada malam harinya benang itu dilepasnya satu per satu dari tenunan kain, sehingga menjadi uraian benang panjang lagi". Itu peringatan Tuhan kepada hambaNya yang mau diperingati, bagi yang tidak mau diperingatkan Tuhan, ya silahkan "lakum dinukum waliadi" saja.Jangan sampai kepleset, bahwa mas Iman dan bapaknya (saya) sangat setuju dengan "reboisasi" melalui penanaman berjuta pohon, namun saya lebih setuju kalau pembalak hutannya SERIUS DAPAT DI TANGKAP, sekali lagi SERIUS DAPAT DITANGKAP dan dihormati hak-haknya di depan pengadilan untuk melakukan pembenaran terhadap kejatahannya?.Mudah-mudahan sekarang tidak bingung lagi, atau malah jadi bingung....&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;Wallahu alam bissawab&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-125354373700772600?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/125354373700772600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=125354373700772600&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/125354373700772600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/125354373700772600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/02/pikiran-anak-sma-sekarang.html' title='PIKIRAN ANAK SMA SEKARANG'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-4409947241471083043</id><published>2008-02-13T06:13:00.000+07:00</published><updated>2008-02-13T06:26:21.339+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wacana internasional'/><title type='text'>KEMENANGAN BARACK OBAMA KEMENANGAN RAKYAT INDONESIA (1)</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R7IqlaJg8VI/AAAAAAAAAEs/dpaFv9Ku0AI/s1600-h/ob.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166238544710136146" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R7IqlaJg8VI/AAAAAAAAAEs/dpaFv9Ku0AI/s320/ob.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_W6bMXL9CLoU/R7DZ3gpfIGI/AAAAAAAAAAw/81Hk_eLR1GY/s1600-h/obama.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;udul tulisan ini mungkin mewakili harapan sebagian besar rakyat Indonesia, pada pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) bulan Nopember 2008 mendatang, walaupun sampai saat tulisan ini saya buat, kepastian menjadi kandidat presiden dari Partai Demokrat-pun masih dipertarungkan antara Barack Obama dengan Hillary Clinton. Namun tidak berlebihan kiranya menukil sekilas kehidupan salah satu calon presiden dari Partai Demokrat yang mulai populer di AS, mengingat hasil akhir pemilihan di berbagai negara bagian menunjukkan persaingan yang begitu ketat dengan calon lain dari kubu partai yang sama yaitu Hillary Clinton sudah mendekati babak akhir.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;U&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;raian sekilas tentang Barack Obama kali ini (1) lebih difokuskan pada hubungan psikologis antara sang kandidat Barack Obama dengan Indonesia, sebagai tempat, negara ataupun rakyat yang pernah ia tinggali, kenali dan "bergaul" di masa kanak-kanak. Barack Obama lahir di Honolulu pada tanggal 4 Agustus 1961 dari pernikahan Barack Hussein Obama seorang muslim kulit hitam asal Kenya, dengan ibunya, Aan Dunham seorang kulit putih di East West Center Hawai University Honolulu. Setelah iunya bercerai dengan Obama senior, Aan Dunhan menikah dengan pria Indonesia yang bernama Lolo Soetoro dan tinggal di kawasan Tebet Jakarta Selatan selama 3,5 tahun.Rumah tinggalnya di Tebet yang sangat sederhana, hanya berkloset jongkok serta tidak ber AC. Di belakang rumahnya banyak ayam kampung peliharaan, sedangkan dekat jendela rumahnya bergelantungan jemuran pakaian. Pendidikan dasarnya dialami Barack Obama dengan bersekolah di SD Fransiscus Asisi serta SDN 01 Jalan.Besuki Menteng Jakarta Pusat. Beliau mengungkapkan pengalaman pendidikan dasarnya di Jakarta dengan menyebut "&lt;em&gt;Kami tak punya cukup uang untuk dapat bersekolah yang berstandar internasional, sehingga masuk ke sekolah biasa, dan berteman dengan masyarakat Indonesia dari kalangan anak pembantu, penjahit maupun anak pegawai rendahan lainnya".&lt;/em&gt; Sewaktu ayah tirinya (Lolo Soetoro) keluar dari TNI dan masuk sebagai karyawan perusahaann minyak asing, secara berangsur-angsur kehidupan ekonominya mulai membaik.Masa remaja dan SLTA nya dilalui dengan tinggal di Honolulu, yang kemudian menapaki pendidikan tinggi dengan kuliah di Columbia University, New York (1985) dan pendidikan paska sarjananya di selesaikan pada tahun 1991 di Harvard Law School Boston. Karir politiknya dimulai dengan terpilihnya beliau pada tahun 1995 sebagai senatordi Negara bagian Illinois dan berkantor di Chicago. Pada tahun 2005 beliau terpilih sebagai senator di tingkat federal mewakili Negara bagian Illinois yang berkedudukan di Capitol Hill Washington DC. Saat dilantik sebagai senator pada tahun 2005, banyak masyarakat AS yang mulai memberikan perhatian serta pujian terhadap konsistensi sikap politiknya yang berpihak pada orang miskin di dunia (secara internasional). Banyak pihak menganggap kemuncullan Barack Obama, ibarat munculnya kembali John F Kennedy di masa hidupnya , bahkan kepopulerannya dinilai melebihi kepopuleran Bill Clinton dimasa berkuasa. Saat Flu Burung melanda negara kita, Barack Obama mempelopori dukungan bantuan kesehatan dari pemerintah AS, melalui lobby diplomatik yang benar. Bahkan sempat mengusulkan agar pemerintah Indonesia, memperoleh bantuan untuk penanggulangan bencana yang banyak menimbulkan kematian. Sungguh, kehadiran Barack Obama disambut dengan antusisme yang tinggi oleh rakyat Indonesia, yang mendambakan kebebasan, penyetaraan dan keadilan, apalagi beliau pernah tinggal di Indonesia, bergaul dengan anak rakyat jelata sambil mengejar ayam, mainan lumpur, berenang di sungai. Bukanlah kelainan psikologis manakala, tidak menghapus ikatan emosional yang sulit untuk dilupakan oleh semua orang, termasuk beliau.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;eandainya Barack Obama kelak menjadi presiden, maka hal itu adalah kehendak serta atas ijin Tuhan, dan hanya Tuhan yang tahu "&lt;em&gt;apakah hal itu merupakan yang terbaik bagi bangsa AS, bangsa Indonesia maupun umat manusia di seluruh dunia".&lt;/em&gt;Saya dan anda mungkin termasuk yang berharap dan berdoa hal itu memang terjadi, karena hubungan silaturochim antar "hati nurani" memang tidak bisa dibohongi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;source ; Barack Obama, Menerjang Harapan dari Jakarta menuju Gedung Putih, UfukPress, 2007.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-4409947241471083043?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/4409947241471083043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=4409947241471083043&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/4409947241471083043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/4409947241471083043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/02/kemenangan-barack-obama-kemenangan.html' title='KEMENANGAN BARACK OBAMA KEMENANGAN RAKYAT INDONESIA (1)'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R7IqlaJg8VI/AAAAAAAAAEs/dpaFv9Ku0AI/s72-c/ob.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-3772537381649118366</id><published>2008-01-31T06:05:00.000+07:00</published><updated>2008-01-31T06:47:20.857+07:00</updated><title type='text'>KESANTUNAN BERPOLITIK</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;alau&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; saja&lt;/span&gt; ada orang yang percaya dengan pikiran saya tentang figur yang layak diteladani berakhlak mulia dalam kisaran peristiwa “pra” dan “paska” wafatnya Pak Harto, maka saya akan menunjuk Pak AM Fatwa (Wakil Ketua MPR RI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffff66;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;elain sifat &lt;em&gt;gentlemen &lt;/em&gt;yang ditampilkan layak diteladani, memang hamba Allah yang satu ini berpolitik tidak sekedar dengan akal sehat, akan tetapi juga dengan &lt;strong&gt;hati nurani &lt;/strong&gt;atau&lt;strong&gt; qolbu yang juga sehat&lt;/strong&gt;. Betapa tidak, seorang pelakon politik yang pernah dijebloskan di dalam penjara, saat setelah “&lt;em&gt;bebas”&lt;/em&gt;dan keluar dari penjara, malah datang bersilaturachim ke rumah mantan penguasa yang menjebloskannya ke dalam penjara, di Cendana. Dan malah menjalin hubungan &lt;em&gt;humanism&lt;/em&gt; antar keduanya &lt;em&gt;(Pak Harto beserta keluarga Cendana dan Pak AM Fatwa)&lt;/em&gt; menurut pengakuan beliau berjalan baik-baik saja, seolah tak pernah terjadi pertentangan politik yang pernah berakhir sampai di dalam bui. Ternyata keduanya bersedia "&lt;strong&gt;islah&lt;/strong&gt;" dengan "&lt;strong&gt;ikhlas&lt;/strong&gt;"!. Bahkan pak AM Fatwa bicara lugas, (&lt;em&gt;insyaAllah jujur dan saya meyakininya)&lt;/em&gt; dengan nada datar mengatakan bahwa beliau sempat menjenguk pak Harto saat sakit di RSPP menjelang wafatnya, dan sempat pula mencium kening pak Harto, (&lt;em&gt;tentunya dengan penuh penghormatan dan kecintaan&lt;/em&gt;). Dalam hati, saya berkata "&lt;em&gt;Ya Tuhan mudah-mudahan dugaan berprasangka baik terhadap seorang hamba Allah yang hanya berdasar perasaan serta naluri kemanusiaan saya ini tidak salah&lt;/em&gt;", walaupun kalau diukur oleh berbagai lembaga poling PILKADA yang ada di santero tanah air, tentu dan pasti akan ditolak, karena masalah taraf &lt;em&gt;significansi-&lt;/em&gt;nya berdasar &lt;em&gt;kuantifikasi statistical&lt;/em&gt;, ataupun malah saya dianggap orang yang nggak jelas juntrugannya.&lt;br /&gt;MasyaAllah, mulia benar akhlak orang satu ini, semakin disakiti justru semakin pula dia mendekati.&lt;br /&gt;Walau dalam pembicaraan di layar kaca, beliau meng “&lt;em&gt;cover”&lt;/em&gt; hubungannya dengan Cendana tersebut, dilandasi oleh adanya pemikiran bahwa “&lt;em&gt;perbedaan pandangan politik seseorang, tidak lantas melahirkan permusuhan dalam hubungan kemanusiaannya&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;Kehadiran Pak AM Fatwa di Astana Giribangun saat pemakaman salah satu putra bangsa terbaik (Pak Harto) menghadap Sang Chalik, untuk menjalani fase kehidupan ketiga di alam kubur, serta penantian panjang ke alam akherat, setelah fase kehidupan di alam rahim dan alam dunia, mencerminkan keteguhan hati seorang hamba Tuhan yang sudah “&lt;em&gt;mapan&lt;/em&gt;” dalam memposisikan kejiwaannya yang lebih “&lt;em&gt;mencintai Tuhan dibanding segalanya&lt;/em&gt;”. Dan jiwa politisi seperti inilah yang kita cari untuk dijadikan sebagai teladan bagi anak cucu kita ke depan. Terlepas dari ketidaktahuan saya tentang kejadian masa depan yang ada digenggaman Allah, saya berdoa “&lt;strong&gt;&lt;em&gt;semoga Tuhan menjaga serta melindungi pak AM Fatwa dari perubahan sikap yang jauh dari kesantunan sosial, serta beristiqomah mengikuti contoh penuntunnya yaitu Muhammad Rosulullah SAW&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#ffccff;"&gt;&lt;strong&gt;Politik ternyata bisa dijalankan&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;tidak dengan jiwa dan qolbu yang kotor&lt;/strong&gt;, akan tetapi &lt;strong&gt;tergantung niat pelakunya serta bimbingan yang pernah diterima maupun sikap bawaan yang melekat dalam diri seseorang.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah orang tua dari hamba Allah yang sholeh/sholechah, atas karunia &lt;strong&gt;sodaqoh jariah&lt;/strong&gt; yang dijanjikan Allah SWT, karena menurut pemahaman “&lt;em&gt;genetic&lt;/em&gt;” setiap perbuatan seseorang memang tidak dapat terlepas sepenuhnya dari siapa sejatinya bapak atau ibunya serta besarnya pengaruh lingkungan terhadap perkembangan jiwa anak bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffff66;"&gt;N&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;ampaknya Tuhan masih menyayangi kita dengan memberikan "&lt;em&gt;figur politisi yang tersisa&lt;/em&gt;", namun memiliki keunggulan komparatif dalam akhlak mulia. &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;Itulah yang sebenarnya menjadi bahan pembelajaran bagi kita bersama. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tanpa keinginan sekecil apapun untuk &lt;strong&gt;menyamakan&lt;/strong&gt; dan atau &lt;strong&gt;mempersandingkan&lt;/strong&gt; kedua hamba Allah yang saya tulis di atas, saya menyampaikan  "Salam dan rasa hormat" untuk dua anak bangsa yang berakhlak mulia Pak Harto dan Pak AM Fatwa.&lt;br /&gt;Terima kasih pak AM Fatwa, mohon maaf kalau tulisan saya ada yang salah, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah semata, dan semoga Allah Swt senantiasa merahmati bapak, amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#99ff99;"&gt;Cijantoeng Jakarta Timur, akhir bulan Januari 2008.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;darsana setiawan&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-3772537381649118366?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/3772537381649118366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=3772537381649118366&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/3772537381649118366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/3772537381649118366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/01/kesantunan-berpolitik.html' title='KESANTUNAN BERPOLITIK'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-8160792426518575320</id><published>2008-01-28T06:21:00.000+07:00</published><updated>2008-01-28T08:01:51.756+07:00</updated><title type='text'>ANAK BANGSA IKUT BERDUKACITA</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_3GknuDElU8o/R50pcOSvdpI/AAAAAAAAAEc/C8f4ahOImLE/s1600-h/presiden+suharto.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160326312886236818" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_3GknuDElU8o/R50pcOSvdpI/AAAAAAAAAEc/C8f4ahOImLE/s320/presiden+suharto.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;Innalillahi wainnaillaihi rojiun&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffffcc;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;elah kembali keharibaan empunya (Yang Maha Punya, Allah Swt) salah satu hambaNya yang dipilih, yaitu Bapak Haji Mohammad Soeharto, mantan Presiden Republik Indonesia yang kedua.&lt;br /&gt;Beliau wafat pada hari Minggu tanggal 27 Januari 2007 sekitar jam 13.10 wib di RSP Pertamina Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffffcc;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;ebagai hamba Tuhan yang pernah menerima tuntunan agama; "&lt;strong&gt; manakala ada hamba Tuhan yang lain meninggal dunia, maka kewajiban kita mengingat-ingat hanyalah kebaikannya semasa yang bersangkutan hidup di dunia".&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Oleh karena itu mari kita sambut himbauan Bapak Presiden Republik Indonesia yaitu Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, untuk memberikan penghormatan kepada "&lt;strong&gt;orang tua kita bersama&lt;/strong&gt;" yang pernah memberikan "&lt;strong&gt;pengabdian&lt;/strong&gt;" kepada segenap warga bangsa, DENGAN SEGALA KELEBIHAN MAUPUN KEKURANGANNYA.&lt;br /&gt;Tiada seorang manusiapun yang sempurna, karena kesempurnaan itu adalah kemutlakkan yang hanya menjadi milik Allah semata. Kalaupun Allah memberikan perkecualian, itupun hanya diberikan kepada para rasulNya dengan cara melindungi dan atau menghindarkan dari perbuatan "dosa", yang dalam bahasa agama disebut "maksum".&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffffcc;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;elamat jalan Pak Harto, hamba pilihan yang ditetapkan Allah "telah" memimpin lebih dari 200 juta hamba Allah yang lain (dari tahun 1966 s.d tahun 1998), kami ikhlas melepasmu untuk menghadap &lt;strong&gt;Sang Chalik&lt;/strong&gt;, jasa baikmu kepada bangsa tetap kami kenang, dan "semoga Allah Swt menganugerahkan ampunan terhadap seluruh kekurangan dan kekhilafan semasa hidupmu wahai Bapak Bangsa, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Pemurah".&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;Amien ya robal alamien.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-8160792426518575320?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/8160792426518575320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=8160792426518575320&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/8160792426518575320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/8160792426518575320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/01/anak-bangsa-ikut-berdukacita.html' title='ANAK BANGSA IKUT BERDUKACITA'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_3GknuDElU8o/R50pcOSvdpI/AAAAAAAAAEc/C8f4ahOImLE/s72-c/presiden+suharto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-6866195367637664858</id><published>2008-01-27T07:11:00.000+07:00</published><updated>2008-01-27T07:49:18.742+07:00</updated><title type='text'>TEMPEnya diTEMPO</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffccff;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;agi ini, Sabtu 26 Januari 2007 Trans TV menyiarkan berita yang "&lt;strong&gt;mengejutkan tapi tidak mengherankan"&lt;/strong&gt;. Kepolisian di Surabaya berhasil menemukan hasil grebegan sebanyak 13.500 (tigabelas ribu lima ratus) Ton kedelai impor, di dalam Gudang PT "CI" yang menurut sinyalemen awal dari "informan", semestinya ada sekian kali lipat dari yang ditemukan.&lt;br /&gt;Mengejutkan karena kedelai impor dengan tiga unit mesin pembersih kedelai tersebut bisa melenggang beroperasi di saat seluruh bangsa ini sedang "&lt;strong&gt;ngap-ngapan&lt;/strong&gt;" mencari kedelai untuk pembuatan tahu dan tempe yang mulai melangit harganya, serta berdampak pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan di beberapa perusahaan tahu atau tempe di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffccff;"&gt;U&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;lah penimbun kedelai sebagai bahan pangan rakyat seperti ini, kalau di jaman "dulu" langsung dikenai tuntutan hukum yang bernama pasal "&lt;strong&gt;subversi ekonomi&lt;/strong&gt;", sehingga para cukong penimbun bahan pangan tidak dapat lagi terlepas dari "&lt;strong&gt;pasal maut&lt;/strong&gt;" yang mengerikan, lantaran tindakannya dapat "&lt;strong&gt;menyengsarakan rakyat banyak&lt;/strong&gt;" . Kakak kandung saya yang sedang belajar di Universitas Brawijaya, ketika pulang kuliah dari dosen luar biasanya di Universitas Gadjah Mada Yogjakarta pada tahun 1977, sempat mampir ke rumah saya di Solo, dan menyampaikan kesan yang mendalam tentang perkuliahan dari dosennya begini "&lt;strong&gt;bangsa ini harus melindungi rakyat kecil yang jumlahnya lebih banyak dan selalu menderita oleh ulah spekulan bahan pangan, karenanya para spekulan dan penimbun pangan tersebut harus "disikat" oleh pemerintah, itulah kebijakan ekonomi (&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;maaf kalau saya salah mendengar&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;) wijoyonomic".&lt;/strong&gt; Tapi itu dulu...pernah begitu,…...........dan memang Badan Urusan Logistik (Bulog), dibentuk dengan tujuan agar &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;para petani gurem terlindungi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; dari "&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;rekayasa spekulan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;" yang menyebabkan terjadinya lonjakkan harga kedelai, padi dan jagung, saat musim tanam tiba, dan harga anjlok serendah-rendahnya saat musim panen tiba. Dan petani gurem. petani penggarap tinggal "gigit jari", utang lagi, utang lagi, untuk membeli benih dan pupuk, sementara harga jual penennya tidak mampu melunasi seluruh hutangnya alias "&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;tekor&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;".&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffccff;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;alau petaka seperti di atas justru terjadi di saat sekarang, maka Pak Ustads di kuliah Subuh berkata bahwa Rosul berpesan ;"&lt;em&gt;kalau hari ini keadaannya lebih jelek dari hari kemarin,…maka mereka berada dalam keadaan merugi, seharusnya hari esok harus lebih baik dari hari ini, dan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin&lt;/em&gt;". Naah,…..saya makin terkejut, dengan ulah petani kedelai di Demak atau sekitarnya, yang membakar sendiri hasil panen kedelainya lantaran harga di pasaran yang cuma "enam ribu rupiah" per kilo, jauh di bawah dari ongkos produksinya. Jengkel dengan kenyataan ini, mereka tega membakar bahan pangan yang sedang langka di pasaran. Kejengkelan para petani dan masyarakat kecil pengkonsumsi kedelai (tahu dan tempe) memang harus segera diakhiri, tidak hanya dengan "kata-kata", akan tetapi dengan fakta dan realita, agar tetap "dapat dipercaya", dan sokur-sokur ada yang digugu dan ditiru !!&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffccff;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;udah-mudahan pak Polisi kita dapat menemukan lagi gudang-gudang penimbunan bahan pangan lain, sehingga tidak keduluan oleh ulah spekulan penimbun bahan pangan, dengan cara mengalihkan ke tempat persembunyian lain. Pengalaman saya di tahun 1967-1968 saat menjadi aktivis Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) komisariat SMA Negeri 1 Kediri, direkrut oleh pihak "&lt;em&gt;yang berwenang saat itu&lt;/em&gt;", untuk bersama-sama mengikuti operasi penggeledahan gudang-gudang bahan pangan milik cukong spekulan/penimbun beras di kota Kediri.&lt;br /&gt;Hasil penggerebegan sungguh mengecewakan saya dan teman-teman avtivis KAPPI, karena tak sebutir beras pun ditemukan di dalam gudang pangan yang besar-besar itu. Hati saya dan teman-teman KAPPI serasa ter-"iris", melihat kenyataan di masyarakat sedang tidak ada beras (kalau ada harganya sedang melambung tinggi), sementara di gudang-gudang beras para cukong juga kosong. Mungkin rencana operasi ini sudah bocor (istilah teman saya "&lt;em&gt;nggak bocor lagi, tapi sudah banjir),&lt;/em&gt; lalu disembunyikan dimana lagi beras-beras itu?.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ffccff;"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;nilah perang sesungguhnya, perang informasi yang realistik, seperti sehari sebelum anak saya maju ujian skripsi yang membahas tentang diplomasi publik, Saya katakan bahwa yang dimaksud "perang" tidak hanya kekuatan senjata dalam menganeksasi atau menduduki suatu negara berdaulat yang lain saja, akan tetapi &lt;strong&gt;diplomasi publik&lt;/strong&gt; dapat pula diperankan sebagai alat "&lt;strong&gt;perang"&lt;/strong&gt; yang handal di era global seperti sekarang.&lt;br /&gt;Tak seorangpun diantara kita di Indonesia, tahu adanya kemungkinan masalah mahalnya harga kedelai, gandum (terigu) serta jagung, juga menjadi alat diplomasi publik untuk menekan bangsa ini (&lt;em&gt;ingat, Uni Sovyet berantakkan antara lain gara-gara diplomasi gandum dari AS dan Kanada&lt;/em&gt;). Apalagi situasi saat ini kondisi dalam negeri AS sedang menghangat, mengingat salah satu calon kandidat presiden dari partai Demokrat di Amerika Serikat (AS) ada yang bernama &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;OBAMA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, dan kebetulan seorang turunan kulit hitam yang pernah tinggal di Indonesia.&lt;br /&gt;Terkait dengan peristiwa 11 September 2001, diperlukan penciptaan musuh bersama AS di dunia internasional, dan terpilih kambing hitamnya bernama &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;OSAMA bin Laden&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Sungguh suatu keberuntungan bagi &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;OBAMA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, karena saat tinggal di Indonesia bersama orang tuanya, dirinya tidak pernah diajak sowan menemui Susuhunan Paku Buwono XI (raja di kasunanan Surakarta Hadiningrat), sehingga tidak memiliki peluang menerima gelar kebangsawanan &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;Raden.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kalau hal itu terjadi maka nama sang kandidat akan berubah menjadi &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;OBAMA bin Raden&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, yang dalam penjungkir-balikkan politik bisa diplesetkan menjadi &lt;span style="color:#99ff99;"&gt;&lt;strong&gt;OBAMA bin Laden&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;, karena musuh nomor satu AS sudah pula langsung diganti namanya menjadi &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;OSAMA bin Raden&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Permainan informasi publik (&lt;em&gt;baca diplomasi publik&lt;/em&gt;) seperti inilah yang &lt;strong&gt;tidak mengherankan&lt;/strong&gt; saya, karena lemah dan rendahnya kualitas pendidikan atau pengetahuan tentang diplomasi publik itu sendiri (&lt;em&gt;terutama untuk menjadi seorang diplomat sejati melalui jalur pertama duta besar atau staf duta besar yang memiliki kekebalan dan kewenangan diplomatik&lt;/em&gt; ) seperti yang dicontohkan oleh adanya kebijakan Kedutaan Besar Indonesia di Kuala Lumpur, atau di Arab Saudi&lt;strong&gt;?&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Kalimat penutup tulisan ini sengaja saya beri "&lt;strong&gt;tanda tanya&lt;/strong&gt;", mengingat hasil akhirnya kita semua juga belum tahu bagaimana aturannya /pengaturannya /mengaturnya, kok ada kejadian yang dianggap "aneh" terhadap perlakuan anak bangsa yang menjadi tebaga Kerja Indonesia (TKI) paling tidak di dua negara tersebut. Mari kita bersabar dan bertawakal saja, alias mengikuti rasa hormat terhadap "&lt;em&gt;azas praduga tak bersalah&lt;/em&gt;".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-6866195367637664858?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/6866195367637664858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=6866195367637664858&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/6866195367637664858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/6866195367637664858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/01/p-agi-ini-sabtu-26-januari-2007-trans.html' title='TEMPEnya diTEMPO'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-7335770767242705462</id><published>2008-01-22T06:07:00.000+07:00</published><updated>2008-01-22T06:45:14.355+07:00</updated><title type='text'>TEMPOnya TEMPE</title><content type='html'>&lt;strong&gt;B&lt;/strong&gt;eberapa minggu terakhir ini, headline di berbagai media tidak hanya memunculkan berita tentang perkembangan kesehatan Pak Harto, akan tetapi makanan kesukaan saya sejak kecil yang bernama "tempe" nimbrung popularitas dengan cara menghilang dari peredaran kesehariannya di pasar rakyat atau pasar tradisional.&lt;br /&gt;Para wartawan yang tidak memperoleh tugas untuk meliput situasi di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), di Cendana, di Giribangun, di nDalem Kalitan langsung tancap gas mencari "tahu" perihal tempe. (kata "tahu" dalam suasana kisruhnya tempe dapat bermakna ganda, karena temannya tempe yang ikut hilang bersamanya juga bernama "tahu", ada tahu tempe, ada tahu Sumedang, ada tahu petis, and last but not least, sebagai orang yang lahir di Kediri saya pasti mengenal tahu takwa).&lt;br /&gt;   &lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;erlu disimak, bahwa hilangnya si tempe dan tahu bukanlah masalah sepele, jangan-jangan memang ada yang membolak balik gorengan tahu, walaupun kita semua bakal tahu kalau tahu yang digoreng itu kalau dibalik (agar tidak gosong), jadinya ya tetap tahu. Beda dengan (maaf) pantat, kalau dibalik apa jadinya?.&lt;br /&gt;Walhasil berita TV, tiga hari terakhir ini membeberkan hasil kerja teman-teman wartawan yang sukses mencari tahu penyebab hilangnya tempe dari singgasana lapak penjajaannya di pasar-pasar, karena melonjaknya harga bahan baku tempe yaitu kedelai yang tidak lagi mengenal peri kelezatan manusia, yaitu di atas 100%.&lt;br /&gt;Bulan lalu harga kedelai berkisar tiga ribu lima ratus rupiah per kilo, dan saat ini sudah berada di atas level harga tujuh ribu rupiah per kilo. Walaupun para pengusaha kecil tahu dan tempe sudah mensiasati agar produksinya jalan terus dengan cara mereduksi besarnya potongan-potongan tahu dan tempe sehingga menjadi lebih kecil dan harganya dinaikkan sedikit ke atas, namun tetap tekor alias rugi juga. Saking geramnya, sekelompok pengusaha kecil tahu dan tempe di kota Banyuwangi beramai-ramai melakukan "swiping" kepada semua kendaraan yang mencoba mengangkut dan membawa masuk produksi tahu dan tempe dari luar kota, karena dianggap tidak solider dengan harga di bawah biaya produksi nyata. "&lt;em&gt;Weleh-weleh, wong tempe saja kok diobrak abrik melalui harga kedelai, gimana ini juntrungannya&lt;/em&gt;?", gerutu saya. Kalau ada pertanyaan kepada para importir kedelai (karena memang selama ini kita selalu mengimpor kedelai dari luar negeri), pasti jawaban klisenya muncul "&lt;em&gt;karena harga kedelai di pasar internasional, terutama di Amerika Serikat memang sudah tinggi (naik)".&lt;/em&gt; Sama halnya dengan jawaban yang diterima para peternak gurem ayam ras, yang kelimpungan menghadapi kenaikan harga pakan, sementara harga ayam potongnya ikut turun gara-gara berita "&lt;em&gt;flu burung yang tak kunjung mereda&lt;/em&gt;". Alasan produsen pakan ayam juga sama klasiknya yaitu "&lt;em&gt;harga pakan ayam naik karena harga jagung (sebagai bahan baku utama pakan) di luar negeri terutama di Amerika Serikat, juga naik, sehingga kami juga ikut menaikkan harga pakan ayam untuk para peternak ayam kelas gurem"&lt;/em&gt;. Catatan Departemen Pertanian menyangkut kebutuhan kedelai kita per tahun, sekitar 2.000.000 ton per tahun, sedang produksi kedelai dalam negeri kita maksimum hanya 900 ton per tahun. Di Negara-negara sub tropis tingkat produktivitas panen kedelai per hektar bisa mencapai 4 ton, sementara petani kita hanya mampu menghasilkan panenan 1,3 ton per hektar, sehingga kran impor masih terus menganga. Sementara impor kedelai dari Amerika Serikat juga perlu diwaspadai, karena produk agro mereka menggunakan teknologi "&lt;em&gt;Genetic Engineering"&lt;/em&gt; dengan manipulasi faktor basa Nitrogen di dalam rangkaian &lt;em&gt;Asam Deoxyribo Nucleat&lt;/em&gt; beserta derivatnya, yang tidak lagi bersifat alamiah, belum lagi faktor kimiawi yang berperan sebagai pemompa proses pertumbuhan. Kalau kita jujur sebagai orang yang berpikir jernih, menentang hukum alam (sunatullah) telah dicatat peristiwanya oleh sejarah perdaban kehidupan, ternyata jauh lebih banyak kegagalannya dibanding manfaat yang bisa diperolehnya. Mendaruratkan diri dengan sengaja tentulah bukan suatu "&lt;strong&gt;kebijakan yang bijaksana&lt;/strong&gt;" akan tetapi "&lt;em&gt;kebijakan yang cuma bijak disini atau disitu"&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; ("bijaksini dan bijaksitu&lt;em&gt;")&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; tergantung siapa yang mau disenangkan.&lt;br /&gt;Masalah tempe bukan lagi sesederhana seperti di masa lalu, karena sudah menyangkut masalah harga di pasar internasional sehingga sudah menjadi komoditas global.&lt;br /&gt;Saya jadi ingat soal hak patent tempe itu sendiri yang memang sudah didaftarkan oleh Jepang di Kantor Patent New York AS. Saatnya tiba kelak (mungkin sesuai kesepakatan di dalam WTO yang sudah kita ratifikasi), walaupun soal bahan baku kedelai suatu saat tersedia dengan melimpah, (jangan-jangan) saya juga tidak semudah dulu lagi makan tempe, karena harus membayar "fee" terlebih dahulu kepada pemegang patent tempe.&lt;br /&gt;    &lt;strong&gt;S&lt;/strong&gt;ekarang, memang TEMPO-nya TEMPE untuk ikut berlaga mencari perhatian publik, atau memang sang tempe kembali dijadikan komoditas politik oleh sekelompok orang tertentu agar kiblat media tidak fokus disatu arah yaitu RSPP. He..he..saya tidak bermaksud mengingat-ingat ada tidaknya hubungan TEMPO dan TEMPE, karena enaknya tempe walaupun tanpa promosi wisata kuliner, TEMPO KAPAN SAJA TEMPE TETAP ENAK DIMAKAN DAN PERLU, jadi tempe tetaplah "&lt;strong&gt;uueenaaak tenaaan…dan ..mak nyuuus’&lt;/strong&gt; walaupun TEMPO-TEMPO harganya mahal seperti saat sekarang.&lt;br /&gt;Lho kenapa tempe dan tahu yang jadi sasaran?, Apakah tidak dipikir panjang bahwa kelangkaan kedelai akan menyebabkan sekian banyak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi para kuli dan pekerja kelas bawah di pabrik/ home industri tempe dan tahu itu sendiri?. Tidak saja Bung Karno yang marah dengan semangat patriotisme bangsanya, sehingga berpesan "jangan jadi bangsa tempe", akan tetapi kita dulu juga marah, diledek sporter kesebelasan Singapor dengan kalimat "gara-gara terlalu banyak makan tempe sehingga kesebelasan PSSI "Garuda" yang dimotori Iswadi Idris dan kawan-kawan pulang ke tanah air, tidak membawa piala kejuaraan.&lt;br /&gt;Inilah nasibnya tempe, sebagai makanan (yang dianggap) kecil dan sepele karena dikonsumsi oleh masyarakat bawah dan berimplikasi hanya pada rakyat miskin. Akan tetapi hendaklah selalu diingat bahwa masalah-masalah besar yang menimpa semua bangsa di dunia, berasal dari akumulasi masalah masalah (yang dianggap) sepele sebelumnya.&lt;br /&gt;Buktinya para pekerja yang terkena dan terancam PHK serta para pengusaha gurem dari industri tempe sudah hilang kesabarannya dan berdemo di depan Istana Negara. Mereka yang berdemo adalah pemakan tempe, dan pasti rakyat kecil yang tidak atau belum mampu membeli lauk selain tempe (karena memang dulu harganya murah).&lt;br /&gt;Mari kita bersama-sama waspada,…….karena &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Maslow &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;telah mengingatkan kita, bahwa &lt;strong&gt;urusan perut bagi si miskin, memang nomor satu!.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Mudah-mudahan penerima amanah untuk urusan perdagangan tempe di negeri ini segera dapat mengakhiri krisis kedelai di tanah air, dan tidak sekedar mensosialisasikan pemberian bibit unggul kedelai sebanyak 8000 ton bagi petani penggarap di 30 provinsi, sehingga bisa memenuhi lahan palawija kedelai seluas hampir 200 hektar areal tanah pertanian, tapi setelah harga kedelai di pasaran tak lagi mampu dikendalikan. Dan kita menungu dan menunggu lagi petaka pangan (&lt;em&gt;terigu, minyak goreng curah dan apalagi membabibuta harganya di pasaran),&lt;/em&gt; kemudian si miskin menjeriiit,....baru muncul "kebijakan". Dan muncul alasan klasik lagi, kenaikan harga pangan kita naik ini gara-gara harga pangan dari Amerika Serikat juga naik??.  &lt;br /&gt;    &lt;strong&gt;B&lt;/strong&gt;elum lagi fenomena yang terjadi dan kita semua tahu, akan tetapi ada yang pura-pura tidak tahu, ada yang lari agar tidak terseret untuk dinyatakan tahu, dan adapula yang memang tahu akan tetapi tidak mampu berbuat apapun untuk menindaklanjuti sesuai dengan kapasitasnya sebagai bagian dari bangsa merdeka!. Ibarat banjir sudah menghabiskan seluruh harta masyarakat yang tertimpa, baru kita sadari bahwa fungsi Polisi Kehutanan kita, memang mandul (&lt;em&gt;tak terlindungi secara hukum secara memadai&lt;/em&gt;) karena saat menemukan area pembalakan besar-besaran di tengah hutan, mereka justru ketakutan.&lt;br /&gt;    "&lt;strong&gt;Statemen terbuka&lt;/strong&gt;" dari pimpinan negara yang mengatakan pemberlakuan Bebas Bea Masuk Impor kedelai dari luar negeri, walaupun diragukan memiliki pengaruh terhadap penurunan harga kedelai dalam waktu dekat, hendaknya BENAR-BENAR DAPAT DILAKSANAKAN DI LAPANGAN, sehingga jangan sampai berdampak negatif pada KEBERSAMAAN yang sedang dibangun dan mulai menampakkan wujudnya.&lt;br /&gt;"Sebaiknya" (&lt;em&gt;kalau saya tidak diijinkan menggunakan kata "semestinya")&lt;/em&gt; para petani kedelai memperoleh jaminan, bahwa pada tiga atau empat bulan mendatang, saat musim panen kedelai secara nasional tiba, maka harga kedelai di pasaran dapat relatif stabil, sehingga petani gurem dapat menikmati hasilnya secara wajar.&lt;br /&gt;Memang, sekarang &lt;strong&gt;TEMPO-nya TEMPE&lt;/strong&gt; meminta perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, pertengahan bulan Januari 2007&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Darsana Setiawan&lt;/strong&gt;,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;e-mail &lt;a href="mailto:darssetia@yahoo.co.id"&gt;darssetia@yahoo.co.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Weblog : &lt;a href="http://omson.blogspot.com/"&gt;http://omson.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; atau &lt;a href="http://edukasipress.wordpress.com/"&gt;http://edukasipress.wordpress.com/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-7335770767242705462?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/7335770767242705462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=7335770767242705462&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/7335770767242705462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/7335770767242705462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/01/temponya-tempe.html' title='TEMPOnya TEMPE'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-8971432832530929965</id><published>2008-01-13T06:20:00.000+07:00</published><updated>2008-01-13T06:30:41.993+07:00</updated><title type='text'>SUPER TEAM &amp; SUPER DREAM TEAM</title><content type='html'>&lt;em&gt;Tulisan ini saya munculkan kembali (bersumber utama dari download e-psikologi/ Johanes Papu), setelah untuk keduakalinya Saya diminta untuk memberikan solusi dan pencerahan pada satu lembaga/usaha, yang berada dalam tahapan "storming" pada teamworknya. Mudah-mudahan bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengantar ;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dari setiap aktivitas kehidupan sosial kemasyarakatan yang kita lakukan, tak satupun dapat luput dari proses interaksi dengan sesama. Sesederhana apapun upaya untuk mencapai tujuan, selalu melibatkan orang lain untuk memadu keinginan serta harapan. Hal inilah yang kita maknai sebagai upaya mengelola (memenej) suatu kerjasama sekelompok individu (organisasi).&lt;br /&gt;Kerjasama antar individu yang diatur dalam suatu organisasi, membutuhkan keterpaduan pemahaman serta tindakan sesuai dengan hirarki tugas masing-masing individu baik secara makro (sebagai akumulasi keseluruhan populasi dalam organisasi), maupun secara mikro (sebagai bagian kecil instrumentasi makronya) membutuhkan suatu Teamwork, yang berfungsi untuk melaksanakan setiap tugas organisasi maupun peran solutor yang dibutuhkan. Teamwork yang solid akan memudahkan manajemen dalam mendelegasikan tugas-tugas organisasi. Namun demikian untuk membentuk sebuah team yang solid dibutuhkan komitment tinggi dari setiappersonel penyusun organisasi.&lt;br /&gt;Suatu hal yang sangat penting di dalam teamwork adalah kapasitas setiap individu sebagai suatu sumber daya yang secara terus menerus selalu dibina dan dikembangkan, sehingga selalu melahirkan kinerja yang selain produktif juga inovatif ( &lt;em&gt;Continous improvement&lt;/em&gt;). Proses pembentukkan, pemeliharaan dan pembinaan teamwork harus dilakukan atas dasar kesadaran penuh dari setiap personel anggota team tersebut, sehingga terjalin integrasi kerja sesuai dengan pelaksanaan misi yang diharapkan bersama.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengertian Teamwork;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Secara umum teamwork dapat diartikan oleh &lt;em&gt;Johanes Papu dari Team e-psikologi&lt;/em&gt; sebagai "kumpulan individu yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan". Kumpulan individu-individu tersebut memiliki aturan dan mekanisme kerja yang jelas serta saling tergantung antara satu dengan yang lain. Oleh karena itu sekumpulan orang yang bekerja dalam satu ruangan, bahkan didalam satu proyek, belum tentu merupakan sebuah teamwork. Terlebih lagi jika kelompok tersebut dikelola secara otoriter, timbul faksi-faksi di dalamnya, dan minimnya interaksi antar anggota kelompok.&lt;br /&gt;Ketika seseorang bekerja didalam kelompok (&lt;em&gt;team),&lt;/em&gt; akan ada dua isu yang muncul. &lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt; adalah adanya "&lt;strong&gt;tugas-tugas&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;task)"&lt;/em&gt; dan masalah-masalah yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. Hal ini seringkali merupakan topik utama yang menjadi perhatian team. &lt;em&gt;Kedua, &lt;/em&gt;adalah "&lt;strong&gt;proses"&lt;/strong&gt; yang terjadi di dalam teamwork itu sendiri, misalnya bagaimana mekanisme kerja atau aturan main sebuah team sebagai suatu unit kerja dari perusahaan, proses interaksi di dalam team, dan lain-lain. Dengan kata lain proses menunjuk pada semangat kerjasama, koordinasi, prosedur yang harus dilakukan dan disepakati seluruh anggota, dan hal-hal lain yang berguna untuk menjaga keharmonisan hubungan antar individu dalam kelompok itu.&lt;br /&gt;Tanpa memperhatikan "&lt;strong&gt;proses&lt;/strong&gt;" maka sebuah teamwork tidak akan memiliki nilai apa-apa bagi suatu organisasi (perusahaan, lembaga, perserikatan) dan hanya akan menjadi sumber masalah dalam pembentukan sebuah teamwork. Sebaliknya jika "proses" tersebut ada dan berjalan di dalam sekumpulan orang yang bekerjasama, maka potensi/kinerja/performance setiap individu akan terus meningkat, karena akan mendapat dukungan dari proses interaksi, baik secara teknis maupun moral.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Alasan Diperlukannya Teamwork&lt;/strong&gt; ;&lt;br /&gt;Teamwork merupakan sarana yang sangat baik dalam menampung serta menggabungkan berbagai bakat,kecerdasan,talenta dari setiap individu, sehingga dapat memberikan solusi inovatif setiapsaat diperlkan. Selain itu perpaduan dari ketrampilan dan pengetahuan yang beranekaragam dari suatu teamwork, diyakini memiliki potensi yang lebih besar bila dibandingkan dengan seorang individu yang brilian sekalipun.&lt;br /&gt;Sebuah team bila sudah berjalan, secara otomaticly akan menjadi suatu unit yang mengatur dirinya sendiri, secara rithmis. Rentangan ketrampilan dan pengetahuan yang dimiliki setiap anggota team dan "&lt;em&gt;self monitoring&lt;/em&gt;" yang ditunjukkan oleh masing-masing anggota team memungkinkannya untuk diberikan suatu tugas dan tanggungjawab yang lebih besar.&lt;br /&gt;Bahkan ketika suatu masalah bila diputuskan secara bersama dengan melibatkan teamwork, akan memberikan beberapa keuntungan. Keuntungan tersebut antara lain:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;pertama,&lt;/em&gt; keputusan yang dibuat secara bersama-sama akan meningkatkan motivasi team dalam pelaksanaanya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, keputusan bersama akan lebih mudah dipahami oleh team dibandingkan jika hanya mengandalkan keputusan dari satu orang saja.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;, keputusan bersama akan mengikat setiap individu yang terlibat untuk merasa ikut memiliki (sense of belonging) serta merasa ikut bertanggung jawab (sense of responsibility).&lt;br /&gt;Pandangan lain dari perspektif individu, dapat dimaknai bahwa dengan masuknya seseorang ke dalam suatu kelompok (team) maka hal tersebut akan menambah semangat juang/motivasinya untuk berprestasi, yang mungkin justru tidak akan pernah dapat dicapai bila dikerjakan seorang diri . Kepercayaan dan kesediaan untuk bekerjasama dalam suatu temwork selain akan meningkatkan harga diri dan rasa percaya diri (self confident), juga akan mendorong setiap anggota team untuk menghormati wewenang dan tanggungjawab masing-masing individu, sesuai dengan kesepakatan dan kesepahaman bersama.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Siklus Perkembangan Suatu Teamwork&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Secara umum perkembangan suatu team dapat dibagi dalam 4 tahapan:&lt;br /&gt;· &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Forming&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, adalah suatu tahapan disaat para anggota setuju untuk bergabung dalam suatu team. Karena kelompok / team baru saja dibentuk maka setiap orang membawa nilai-nilai, pendapat dan cara kerja sendiri-sendiri. Konflik sangat jarang terjadi, setiap orang masih sungkan, malu-malu, bahkan seringkali ada anggota yang merasa gugup. Kelompok cenderung belum dapat memilih pemimpin (kecuali team yang sudah dipilih ketua/pimpinan kelompoknya terlebih dahulu).&lt;br /&gt;· &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Storming&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, adalah tahapan dimana intrik/saling curiga mulai timbul di dalam team. Pemimpin yang telah dipilih seringkali dipertanyakan kemampuannya dan anggota kelompok tidak ragu-ragu untuk mengusulkan dan atau mengganti pemimpin yang dinilai tidak mampu. Faksi-faksi mulai terbentuk, terjadi pertentangan karena masalah-masalah pribadi, semua ngotot dengan pendapat masing-masing. Komunikasi yang terjadi sangat sedikit karena masing-masing orang dalam team tidak mau lagi menjadi pendengar dan sebagian lagi tidak mau berbicara secara terbuka.&lt;br /&gt;· &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Norming&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, adalah tahapan dimana individu-individu dan sub-group yang ada dalam team mulai merasakan keuntungan bekerja bersama dan berjuang untuk menghindari team tersebut dari kehancuran (bubar). Karena semangat kerjasama sudah mulai timbul, setiap anggota mulai merasa bebas untuk mengungkapkan perasaan dan pendapatnya kepada seluruh anggota team. Selain itu semua orang mulai mau menjadi pendengar yang baik. Mekanisme kerja dan aturan-aturan main ditetapkan dan ditaati seluruh anggota.&lt;br /&gt;· &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Performing&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Tahapan ini merupakan titik kulminasi dimana team sudah berhasil membangun system yang memungkinkannya untuk dapat bekerja secara produktif dan efisien. Pada tahap ini keberhasilan team akan terlihat dari prestasi/ kinerja yang ditunjukkan.&lt;br /&gt;Ketrampilan Yang Diperlukan Setiap Anggota Teamwork&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua ketrampilan utama yang seharusnya dimiliki oleh anggota sebuah teamwork, yaitu:&lt;br /&gt;· Ketrampilan manajerial (&lt;em&gt;Managerial Skills&lt;/em&gt;), termasuk kemampuan dalam membuat rencana kerja, menentukan tujuan, memantau kinerja, memonitor perkembangan dan memastikan pekerjaan telah dilakukan secara benar, dan lain-lain.&lt;br /&gt;· Ketrampilan interpersonal (&lt;em&gt;Interpersonal Skills&lt;/em&gt;), termasuk kemampuan berkomunikasi, saling menghargai pendapat orang lain dan kemampuan menjalin hubungan interpersonal dengan orang lain secara baik dan positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penutup&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan menjadi anggota suatu organisasi/lembaga/perserikatan atau perusahaan maka secara tidak langsung diri kita masing-masing dituntut untuk mempersiapkan diri dengan memiliki ketrampilan-ketrampilan seperti tersebut di atas.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sudahkah kita memenuhi kelayakan menjadi bagian dari anggota Teamwork yang akan Performing&lt;/em&gt;?, jawabannya ada di dalam diri kita masing-masing, apakah ada kesediaan diri untuk berubah mejadi lebih baik, atau hanya bertahan terhadap harga diri yang tidak punya arti alias gengsi. Kalau yang terakhir ini menjadi pilihan, maka "&lt;strong&gt;tunggulah saat kehancurannya&lt;/strong&gt;"!.&lt;br /&gt;Akhirnya, harus kita sadari bersama bahwa di dalam suatu organisasi lembaga/persyarikatan/usaha&lt;strong&gt; yang dibutuhkan bukanlah seorang SUPER MAN akan tetapi SUPER TEAM atau bahkan SUPER DREAM TEAM&lt;/strong&gt; untuk mensukseskan tugas dan tanggung jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber : http://darsanas.multiply.com &amp;amp; Johanes Papu Team e-psikologi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-8971432832530929965?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/8971432832530929965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=8971432832530929965&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/8971432832530929965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/8971432832530929965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/01/super-team-super-dream-team.html' title='SUPER TEAM &amp; SUPER DREAM TEAM'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-8168858312746327707</id><published>2008-01-13T06:13:00.000+07:00</published><updated>2008-01-13T06:18:09.666+07:00</updated><title type='text'>TAHUN HIJRIYAH</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;anyak diantara kita yang mencari pemahaman saat Khalifah Umar Ibnu Khatab menetapkan tahun Hijriah sebagai penanggalan Islam, yang di dasarkan pada peredaran planet bulan terhadap bumi, sehingga disebut juga sebagai tahun qamariyah. Tahun Hijriyah dihitung mulai dari hijrahnya Nabi Muhammad Saw dari Mekkah ke Madinah, sehingga penetapan pemberlakuan kalender Hirjiyah oleh Khalifah Umar Ibnu Khatab saat itu (setelah dihitung/dikonversi) bertepatan dengan hari Kamis (Khamis) tanggal 8 bulan Rabi’ul Awal tahun 17 Hijriyah (berarti 17 tahun setelah peristiwa hijrah itu sendiri). Waktu penetapan tersebut juga bertepatan dengan masa pemerintahan Khalifah Umar Ibnu Kathab yang keempat tahun.&lt;br /&gt;Tahun Hijriyah terdiri dari 12 bulan dengan jumlah hari 30 dan 29 silih berganti setiap bulannya. Sedangkan penetapan bulan sebanyak 12 di dasarkan pada firman Allah Swt di dalam Al Qur’anul karim surat At-Taubah ayat 36 yang berbunyi;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah duabelas bulan, dalam ketetapan Allah , diwaktu Dia menciptakan langit dan bumi. Diaara bulan-bulan itu ada empat bulan yang dihormati. Itulah ketetapan agama yang lurus. Maka janganlah kamu menganiaya diri pada bulan-bulan yang empat itu.Perangilah kaum musrik itu semuanya sebagaimana mereka memernagimu semua. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertaqwa.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;emberian nama bulan pada tahun Hijriyah ternyata disesuaikan dengan situasi kondisi kehidupan sosial kemasyarakatan yang sedang dijalani bagsa Arab masa itu, seperti ;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Muharam&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; nama bulan pertama ini artinya "yang diharamkan" atau "yang dilarang". Orang Arab pada masa sebelum itu ,memang mengharamkan berperang di bulan Muharam.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Shafar&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, nama bulan kedua ini artinya adalah "kosong". Pada bulan itu kaum pria Bangsa Arab pergi merantau meninggalkan rumah untuk berdagang, sehingga seisi rumah kosong dari kaum pria dewasa&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Rabiul Awal&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, nama bulan ketiga ini bersasal dari kata "Rabi"yang artinya "menetap" dan "awal" yang artinya "pertama", sehingga Rabiul Awal diartikan sebagai awal kembalinya para pria dari perantauannya ke rumah masing-masing. Ketentuan Allah atas peristiwa penting di dalam sejarah Islam yang bertepatan pada bulan Rabiul Awal antara lain;&lt;br /&gt;· lahirnya Nabi Muhammad Saw,&lt;br /&gt;· diangkatnya Nabi Muhammad Saw sebagai Rosul Allah,&lt;br /&gt;· Hijrahnya Nabi Muhammad Saw dari Mekkah ke Madinah&lt;br /&gt;· Wafatnya Nabi Muhammad Saw&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Rabiul Akhir&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; sebagai bulan yang keempat sekaligus berarti sebagai masa berakhirnya kaum pria bangsa Arab (tempo dulu) untuk menetap di rumah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jumadil Awal&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; , merupakan bulan kelima yang diartikan sebagai "awal" dari musim kemarau (kering/"jumadi").&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jumadil Akhir&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, nama dari bulan keenam yang berarti "akhir dari musim kemarau (kering/"jumadi").&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Rajab&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, nama bulan ketujuh ini artinya "mulia". Bangsa Arab waktu itu memang memuliakan bulan ini (mungkin berkaitan dengan berlalunya musim kemarau).&lt;br /&gt;Sya’ban, nama bulan kedelapan ini artinya "berkelompok", karena bangsa Arab (waktu itu) senang atau lazim berkelompok dalam berniaga. Adapun peristiwa bersejarah bagi umat Islam di bulan ini adalah perpindahan kiblat sholat, dari Baitul Muqaddas ke Ka’bah (Baitullah).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ramadhan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; sebagai bulan kesembilan memiliki arti "sangat panas".Pada bulan ini banyak sekali keutamaan dan kemuliaan yang melekat pada peristiwa sejarah ummat Islam, antara lain:&lt;br /&gt;· Merupakan satu-satunya bulan yang disebut di dalam Al-Qur’an&lt;br /&gt;· Bulan pertama kali Allah menurunkan ayat suci Al Qur’an&lt;br /&gt;· Salah satu malam di bulan Ramadhan telah ditetapkan oleh Allah Swt sebagai malam Al Qadar (Lailatul Qadar), yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan.&lt;br /&gt;· Bulan ditetapkannya ibadah wajib berpuasa bagi setiap ummat Islam&lt;br /&gt;· Bulan saat Nabi Muhammad Saw mengambil alih kembali kota Mekkah dan sekaligus masa berakhirnya penyembahan berhala yang ada di sekitar Ka’bah.&lt;br /&gt;· Ditilik dari fungsinya bulan Ramadhan sekaligus dapat diberi nama Syarush Shabri yaitu bulan untuk melatih kesabaran saat berpuasa, Syarun Najah yaitu bulan pelepasan diri dari azab neraka (pengampunan), dan Sharur Rahmah yaitu bulan yang penuh limpahan rahmat, serta Syahrul Ala-i yaitu bulan yang penuh kenikmatan karena berlimpahnya karunia Allah Swt..&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Syawal,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; nama bulan kesepuluh ini artinya adalah "kebahagian", maknanya adalah kembalinya manusia ke dalam fitrah (kesucian), setelah menjalankan ibadah puasa, membayar zakat, serta saling bermaaf-an. Itulah saat yang paling membahagiakan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Zulkaidah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, nama bulan kesebelas ini berasal dari kata "zul" (pemilik) dan "Qaidah (duduk). Makna bagi bangsa Arab dahulu adalah masa mereka (kaum pria), beristirahat atau duduk-duduk santai di rumah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Zulhijjah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, nama bulan kedua belas ini artinya adalah "berhaji" . Diyakini bahwa banyak para nabi dengan ummatnya "berhaji" sesuai tuntunannya di masa itu, bersamaan dengan bulan ini.&lt;br /&gt;Sedangkan nama-nama hari dalam kalender Hijriyah ada 7 yaitu;&lt;br /&gt;· Ahad (satu)&lt;br /&gt;· Itsnain (dua)&lt;br /&gt;· Tsulasa (tiga)&lt;br /&gt;· Arba’a (empat)&lt;br /&gt;· Khamis (kelima)&lt;br /&gt;· Jumuah (berhimpun)&lt;br /&gt;· Sabtu (memotong)&lt;br /&gt;Diantara hari yang tujuh itu, Allah Swt secara khusus mengutus malaikat turun ke bumi dan berada di pintu-pintu Masjid guna mencatat hamba-hamba Allah yang menunaikan sholat Jum’at/Jumuah,(saat sebelum khatib naik ke mimbar untuk berkhotbah).&lt;br /&gt;Kemudian muncul pertanyaan berikutnya, "Kalender apakah yang digunakan umat Islam sebelum masa penetapan tahun Hijriyah, mengingat pentingnya menetapkan bulan Ramadhan (Syahrul Qur’an dan Syahrush Shiyam yaitu bulan diturunkannya ayat pertama dari Al Qur’an serta bulan diwajibkannya umat Islam menjalankan puasa). Hal ini tentu juga berdampak pada penetapan Iedul Fitri, demikian pula dengan penetapan Iedul Adha" yang juga menjadi pedoman sebagian ibadah ummat Islam.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;ebelum ditetapkannya tahun Hijriah, umat Islam sudah menggunakan penandaan tahun berdasar peristiwa-peristiwa penting yang terjadi, seperti ditetapkannya tahun "azan", yaitu saat disyariatkannya azan, serta tahun " wadha" (perpisahan), yaitu saat Nabi Muhammad Saw melakukan haji wada, atau haji perpisahan beliau dengan ummat Islam seluruhnya.&lt;br /&gt;Penanggalan Arab Kuno juga sudah berpedoman pada peredaran bulan pada bumi kita, seperti kebiasaan hidup masyarakatnya yang sebagian besar merantau dan berniaga, namun tidak jelas bagaimana mengawalinya. Syair Arab Kuno menuliskan kejadian Nabi Nuh ditertawakan ummatnya, nabi Yusuf ditipu saudaranya, Nabi Isa diperdaya orang-orang Yahudi terjadi pada hari Sabtu (Sabath). Demikian pula pada hari Jum’at (Urubah) bangsa Arab Kuno meyakini sebagai hari terjadinya pernikahan Nabi Adam dengan Siti Hawa, Nabi Yusuf dengan Zulaika, serta nabi Sulaiman dengan Bilqis Ratul Sabak.&lt;br /&gt;Dan kemudian memang terjadi peristiwa pernikahan Nabi Muhammad Saw, dengan Siti Chadijah pada hari Jum’at, bahkan Ali bin Abi Tahlib menikah dengan Fatimah juga pada hari Jum’at.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;aat Rosulullah megajak sahabatnya berhijrah dari Mekkah ke Madinah, beliau telah membeli dua ekor onta, yang tentu menimbulkan pertanyaan kepada para sahabat, yang seharusnya justru mereka merasa lebih layak membeli onta. Namun inilah bagian dari contoh dan keteladanan Nabi Muhammad Saw, yang menunjukkan bahwa setiap perjuangan memang membutuhkan pengorbanan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;tulah petunjuk tentang tahun Hijriah yang dapat kami himpun sampai denga saat ini dari berbagai sumber, dengan harapan semoga informasi tersebut dapat mendorong kita untuk lebih bertaqwa kepada Allah Swt, serta mengikuti tuntunan Nabi Muhammad Saw, sehingga menjadi seorang hamba yang memperoleh keridhaanNya. Amien.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;Source: buku pintar tentang Islam, Syamsul Rijai Hamid, http://darsanasetiawan.multiply.com/, http://omson.blogspot.com/ &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-8168858312746327707?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/8168858312746327707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=8168858312746327707&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/8168858312746327707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/8168858312746327707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/01/tahun-hijriyah.html' title='TAHUN HIJRIYAH'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-7402470221791952752</id><published>2008-01-06T06:26:00.000+07:00</published><updated>2008-01-06T06:34:13.035+07:00</updated><title type='text'>TAFACKUR AWAL TAHUN</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#99ffff;"&gt;AL-I’TIRAAF&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;• Ya Allah hamba tidak pantas memasuki sorga Mu,&lt;br /&gt;• Tetapi hamba tidak tahan terhadap siksa api neraka Mu.&lt;br /&gt;• Karenanya berikanlah ampunan serta hapuskanlah dosa-dosa hamba,&lt;br /&gt;• Karena sesungguhnya hanya Engkau Yang Maha Pengampun dan Yang Maha Agung.&lt;br /&gt;•&lt;br /&gt;• Dosa-dosa hamba bagaikan hamparan butiran pasir,&lt;br /&gt;• Maka berikan ampunan Mu, wahai Yang Maha Agung&lt;br /&gt;• Sementara usia hamba berkurang setiap hari,&lt;br /&gt;• Sedang dosa-dosa hamba terus bertambah, bagaimana hamba bisa menanggungnya.&lt;br /&gt;•&lt;br /&gt;• Ya Allah hambaMu yang penuh maksiat datang bersimpuh kehadapanMu,&lt;br /&gt;• Dengan menyadari dosa-dosanya, dan sangat berharap ampunanMu.&lt;br /&gt;• Tetapi jika Kau tolak, maka kepada siapa hamba bisa berharap selain kepadaMu,&lt;br /&gt;• Jika Kau ampuni, maka memang pantas Engkau melakukannya, karena memang Engkau Yang Maha Kuasa untuk memilih kepada hambaMu yang mana yang ingin Engkau beri ampunan.&lt;br /&gt;•&lt;br /&gt;• Astaghfirullah haladziim, ampuni segala dosa dan kesalahan hamba ya Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Amien.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Cijantoeng, 6 Januari 2007 bertepatan dengan 27 Dzulhijah 1428 H&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-7402470221791952752?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/7402470221791952752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=7402470221791952752&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/7402470221791952752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/7402470221791952752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/01/tafackur-awal-tahun.html' title='TAFACKUR AWAL TAHUN'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-5377368095353652670</id><published>2008-01-02T19:10:00.000+07:00</published><updated>2008-01-06T06:58:26.870+07:00</updated><title type='text'>BENGAWAN SOLOku</title><content type='html'>Di dalam pesawat Sriwijaya Air menuju ke Solo hari minggu 30 Desember 2007 yang lalu, pramugari nan cantik menawarkan koran Media Indonesia, dan aku nikmati mengisi perjalanan dengan membacanya. Pada halaman 16 ada suatu tulisan yang bertajuk Bengawan Solo tulisan Gugun El Guyanie,Direktur Eksekutif Institut for Social Empowerment Yogyakarta yang mengilhami dan memberi kontribusi pengaruh pada tulisan saya yang berjudul BENGAWAN SOLOku.&lt;br /&gt;Siapa diantara kita yang pernah mengenal kota Solo rasanya tak mungkin dapat dipungkiri mengenal Bengawan Solo, setidaknya melalui lagunya Gesang dengan judul yang sama. Esensi syair lagunya Gesang itu berkisah tentang Bengawan Solo, dan mampu menyiratkan peran sungai lebar (dalam bahasa Jawa disebut Bengawan) yang sangat dominan terhadap seluruh aspek kehidupan ekonomi, sosial dan budaya bagi masyarakat Jawa, terutama di sekitar aliran sungai tersebut.&lt;br /&gt;Dapat dibayangkan betapa besarnya pengaruh budaya Jawa yang berpusat dari kraton Kasunanan Surokarto Hadiningrat menyebar ke segenap lapisan masyarakat bawah yang sebagian besar adalah petani, dengan ketergantungan tinggi terhadap irigasi dari Bengawan Solo. Karya monumental seni budaya Jawa mulai dari seni pedalangan Wayang Kulit maupun seni tari Wayang Orang, maupun tarian Jawa yang filosofistik dan lemah gemulai, melebar ke seni rupa sampai pada alur gerakan tangan canting-canting Batik, maupun ornamen estetis dari tarian Jawa yang melekat di dalam sisi kehidupan budaya yang sarat dengan nilai humanismenya. Titik kulminasinya terakumulasi pada reaksi masyarakat internasional yang menaruh perhatian khusus terhadap eksistensi budaya Jawa di Solo, sehingga melestarikannya melalui aktivitas akademik di berbagai studi seni pada beberapa Universitas di Eropa maupun AS bahkan juga Australia. Jepang tak mau ketinggalan membuka lembaran lama nostalgia mereka selama tiga setengah tahun berkuasa, ternyata terpesona dengan aktivitas budaya Jawa di seantero Bengawan Solo.&lt;br /&gt;Pusaran pertumbuhan dan perkembangan budaya masyarakat marginal di tepian Bengawan mengalir pula pada sisi seni musiknya, selain melahirkan langgam keroncong, telah pula melahirkan kolaborasi musik gamelan Jawa dengan peralatan musikal elektrik yang dimotori oleh beberapa produsen Jepang seperti organ/keyboard Yamaha, dan hasil mutasinya adalah musik Campursari.&lt;br /&gt;Akulturasi budaya barat dan timur (Jawa) ternyata telah memberi celah-celah peluang lahirnya kreativitas penciptaan dan pembawaan lagu-lagu Campursari. Trade-merk Waldjinah yang menjadi ikon Langgam Keroncong serta Didi Kempot sebagai ikon Campursari, mampu memberikan jaminan kondisi nyata tentang rasa bahagia, serta suka cita para pemeran serta dan penikmat bahkan peminat dari produk budaya adiluhung tersebut.&lt;br /&gt;Namun pada hari senin, tanggal 31 Januari 2007, dalam perjalanan saya dari Kartosur&lt;span style="font-size:85%;"&gt;0&lt;/span&gt; ke Pracimantoro Wonogiri, saya terkejut bukan kepalang, bukan karena melihat bekas serta sisa-sisa kerusakan akibat banjir Bengawan Solo beberapa hari sebelumnya, akan tetapi sekaligus masih melihat beberapa luas wilayah di sekitar Bengawan Solo (Nggading kidul dan sekitarnya) yang masih terendam air luapan Bengawan Solo.&lt;br /&gt;Sedih, campur haru yang terasa di hati ini, karena mereka tentu terhalang dalam berekpresi diri bernyanyi Campursari. Yang lebih menakutkan saya justru bukan itu akan tetapi, jangan-jangan dalam situasi berada di atas atap genting rumah mereka yang kebanjiran serta sambil menunggui rumah serta bagian dari kepemilikan yang tertinggal di dalam rumahnya, mereka justru terilhami untuk menciptakan suatu lagu tentang "BENGAWAN SOLOku saat banjir menyiksaku begini".&lt;br /&gt;Rasanya cukup Gesang saja yang mengingatkan kita tentang arti penting kehidupan ekologis Bengawan Solo dengan syair lagunya &lt;em&gt;"....air meluap sampai jauuuh....akhirnya ke...laut&lt;/em&gt;..."&lt;br /&gt;Kalau toh muncul ciptaan lagu Campursari mudah-mudahan sebagai ekspresi saling mengingatkan diri betapa hidup ini memang harus menyatu dengan alam, seperti halnya munculnya sebuah gerak tarian yang saat saya masih kecil sering saya lihat dan masih saya ingat sampai saat ini. Tarian itu menggambarkan para gadis saat mencuci pakaian di tepi Bengawan "Solo", sambil menebar tawa canda bersama antar mereka, penuh ceria sukacita dan bahagia.&lt;br /&gt;Tarian itu rupanya bagian dari kisah Joko Tarub yang sedang mengamati turunnya Bidadari yang sedang mandi (mudah-mudahan di bengawan Solo) akan tetapi lebih dari itu ide koreografi yang menterjemahkan kisah Joko Tarub tersebut juga memberikan pembelajaran kepada kita tentang alasan para Bidadari turun ke bumi, tidak lain karena alamnya yang memang indah, airnya bersih juga ekosistemnya memenuhi &lt;strong&gt;selera surgawi&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Patut disayangkan memang, cara-cara sang Joko Tarub di dalam meng-"Goal"-kan cita-cintanya mempersunting salah satu Bidadari dilakukan dengan cara ang tidak terpuji yaitu &lt;strong&gt;"mencuri selendang sang Bidadari".&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kisah budaya tersebut bukan yang mengilhami para pencuri Kayu, Pasir, Galian Tambang, serta seluruh kekayaan alam yang berakibat telah merusak ekosistem hutan/sungai/Bengawan, sehingga para Bidadari TIDAK LAGI BERSEDIA TURUN KE BUMI, bahkan juga TIDAK BERANI lagi mandi di "Bengawan Solo"ku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-5377368095353652670?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/5377368095353652670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=5377368095353652670&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/5377368095353652670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/5377368095353652670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/01/bengawan-soloku.html' title='BENGAWAN SOLOku'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-6384355948639204568</id><published>2008-01-01T17:33:00.000+07:00</published><updated>2008-01-01T17:52:31.885+07:00</updated><title type='text'>TAHUN BARUAN 2008 WONTEN SOLO</title><content type='html'>Dinten puniko tahun baru 1 Januari 2008, mbah Dar nembe wonten Surokarto Hadiningrat, saperlu nuweni kepenakkan ingkang nembe dados pinanganten inggih puniko Mas Ginjur alias tole Yan putranipun Dik mantri ingkang ongko kalih.&lt;br /&gt;Hiburanipun wonten pawiwahan puniko mboten sanes inggih organ soho campursari khas Solo, biduanipun kalih estri tur ....waduh...kempling saestu.&lt;br /&gt;Naliko biduan kekalih duet nembang "O...o.. kamu ketahuan pacaran lagi,...dengan si dia teman lamaku.." terus mikrofonnipun simbah ampil lajeng kaliyan jejogetan rame-rame,...simbah tumut nembang syairipun mekaten "Oo aku ketuaan jadi pacarmu, karena itu aku nggak berani terus menggodamu, lihat depanku ada istriku..." waaah poro tamu ingkang rawuh lajeng sami gumujeng, malah wonten ingkang ngacungaken jempolipun pratondo "kok wani yo wong ono bojone melu njoget".&lt;br /&gt;Lha kulo inggih wantun kemawon lha wong ngungkuri biduanipun, cobi menawi madep nyawang biduanipun lajeng ngungkuri estri kulo.......rak lajeng siyos mblaheni saestu!.&lt;br /&gt;O..o..... aku ora wani nglirik cah kuwi.....padahal ayuuuuu saestu biduanipun kolowau, nanging inggih emut sampun sepuh tur simbah.....(heling...heling...yo nggeer...wis uzuur)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-6384355948639204568?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/6384355948639204568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=6384355948639204568&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/6384355948639204568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/6384355948639204568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/01/tahun-baruan-2008-wonten-solo.html' title='TAHUN BARUAN 2008 WONTEN SOLO'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-4027641530560399730</id><published>2008-01-01T16:53:00.000+07:00</published><updated>2008-01-06T07:10:23.520+07:00</updated><title type='text'>NAKALE BOCAH SEKOLAH</title><content type='html'>(Maaf,...Tulisan berikut sengaja tidak ditranslet ke Bahasa Indonesia, dengan maksud agar menjaga originalitas istilah yang sulit dicari padanannya, sesuai dengan situasi awal tahun enampuluhan).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;N&lt;/span&gt;ek kelingan nakale bocah sekolah madrasah, Aku karo masku (Basuki) wis gak karu-karuan akehe. Suatu hari &lt;strong&gt;Pak Jalal&lt;/strong&gt; (Guru Madrasahku) teko nang omahku ndek Jalan setasiun no. 4 Kediri, nakokne opo bocah loro (Basuki karo "Muhson" padahal jenengku Darsono) dipindahne neng pondok pesantren kok sesasi lawase gak mlebu-mlebu sekolah madrasah.&lt;br /&gt;Lha Ibuku karo mbokPuh (Mbah putri) yo kuageet tenan, wong saben ndino (bengi) budal nyang madrasah Setono Gedong. Eeeee gak ngertiyo sangune ngaji ndek madrasah dingge nontok biskop ndek Wijaya, Garuda, Rex, Volta, terus biskupan ndek ngarepe Hotel Merdeka (iku opo jenenenge aku lali).&lt;br /&gt;Mosok nontok biskop kok saben bengi ngantek sesasi alias 30 dino, opo tumon?. Tujokno Pak Jalal teko ndek omahku ngecek, lha nek gak dichek karo Gurune yok opo dadine,....yo nontok terusss... bablas anginee....&lt;br /&gt;Wis, wis.....nakale bocah sekolah....gak enthek-enthek ONOK AE AKAL-AKALANE.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber : "muhson" alias darsono adikke Basuki tasiun (enak ae ngganti jenenge bocah, gak ngangge jenang abang pisan)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-4027641530560399730?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/4027641530560399730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=4027641530560399730&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/4027641530560399730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/4027641530560399730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2008/01/nek-kelingan-nakale-bocah-sekolah.html' title='NAKALE BOCAH SEKOLAH'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-485832640339617359</id><published>2007-12-30T05:28:00.001+07:00</published><updated>2007-12-30T06:10:02.520+07:00</updated><title type='text'>ADIL PADA DIRI SENDIRI</title><content type='html'>Pagi ini Minggu 30 Desember 2007, ada kuliah Subuh di TPI yang di nara-sumberi oleh Da'i Arif, Aa Rizal dan Dick Doang, dengan topik &lt;strong&gt;Adil &lt;/strong&gt;mulai dari diri sendiri. Yang menarik selain memang adil itu harus dimulai dari diri kita sendiri, baru kemudian berharap ( melalui permohonan kepada Allah), agar kaum muslimin dan muslimat yang lain juga bisa berbuat adil.  Sebenarnya hanya "Hati/Nurani/Qalbu" yang selalu mendekat serta berada dekat dengan Allah saja yang bisa berbuat adil pada dirinya sendiri, sehingga mampu menyinari/mempengaruhi kepada orang lain untuk berbuat adil. Dan Allah Maha Adil, karena akan memberikan hidayah kepada setiap hambaNya yang secara bersunguh-sungguh ingin berbuat adil, baik kepada dirinya sendiri maupun  berbuat adil kepada orang lain. Oleh karenanya kita harus senantiasa berprasangka baik kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;Bahasan kuliah Subuh di atas akhirnya melebar pada implementasi filosofi keadilan di masyarakat, terutama pada sila pertama dari Pancasila yang berbunyi "Ketuhanan Yang Maha Esa" tapi dilaksanakan dengan "Kesetanan Yang Luar Biasa", atau "Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia" dilaksanakan dengan "Kedzaliman Sosial bagi manusia Indonesia".&lt;br /&gt;Haaah...Saya memang terperangah sejenak, karena berita TV tak henti-hentinya selama seminggu ini memberitakan tentang musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi dimana-mana, dan menelan korban jiwa, harta maupun sarana prasarana yang juga tidak sedikit jumlahnya. Mengapa ini terjadi?, &lt;strong&gt;TIDAK LAIN KARENA MANUSIA TIDAK ADIL&lt;/strong&gt; pada dirinya sendiri maupun &lt;strong&gt;KEPADA ALAM&lt;/strong&gt; serta lingkungan sekitarnya. Pembalakkan besar-besaran hutan kita di Sumatera dan Kalimantan maupun di Papua yang &lt;strong&gt;tak (belum?)mampu kita hentikan&lt;/strong&gt;, ternyata telah menjadi contoh (patron) bagi &lt;strong&gt;masyarakat kecil&lt;/strong&gt; lainnya di seluruh tanah air, untuk melakukan hal yang sama yaitu &lt;strong&gt;membalak hutan!!!.&lt;/strong&gt; Cilakak tenan&lt;strong&gt;,&lt;/strong&gt; lha akibatnya  lereng gunung gundul, erosi menggerus tanah bukit dan tanah longsor menimpa penduduk di bawahnya, sementara aliran air hujan menjadi liar, karena tak ada lagi akar-akar pohon yang  menahan, dan akibatnya bajir bandang menenggelamkan sebagian besar pemukinan penduduk. Bayangkan kalau 50% kota Bojonegoro terendam air bah, luapan sungai Bengawan Solo, yang memang tak mampu lagi menampung debit air dari arah hulu di selatan, karena memang Wonogiri, Sukoharjo, Solo, Ngawi bahkan Purwodadi, Grobogan juga kebanjiran. Di Solo, dulu ada suatu Kantor (Proyek) yang mengurusi keganasan Bengawan Solo, tapi tahun lalu Saya melihat alat-alat berat beserta seluruh sarana prasarana yang ada di Pabelan Solo itu, teronggok diaaaam seolah menertawakan kebodohan kita membuat suatu planing secara "menyeluruh" dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;Kita memang lebih pandai membicarakan ketidak-adilan yang dilakukan orang lain, dibanding mengorek ketidak adilan diri kita sendiri. Ibu saya berpesan "&lt;em&gt;jangan suka menertawakan orang lain, sementara kamu tidak mampu menertawakan dirimu sendiri, yang sebenarnya lebih layak untuk ditertawakan".&lt;/em&gt; Suatu pesan mendalam yang penuh dengan esensi keadilan pada diri sendiri!. &lt;em&gt;Astagfirullah hal adziem, ampuni aku hambaMu ya Allah yang selalu lalai berbuat adil pada diri sendiri.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-485832640339617359?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/485832640339617359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=485832640339617359&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/485832640339617359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/485832640339617359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2007/12/adil-pada-diri-sendiri.html' title='ADIL PADA DIRI SENDIRI'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-202086018594400414</id><published>2007-12-29T08:16:00.000+07:00</published><updated>2007-12-29T09:05:46.248+07:00</updated><title type='text'>PERSIK KEDIRI</title><content type='html'>Dari aku masih kecil (Sekolah Rakyat/SR), sudah menjadi suporter PERSIK, dari kipernya mulai SAMCUK, WARIS sampek kiper yang jago basket (&lt;em&gt;Bocah Kemasan aku lali jenenge&lt;/em&gt;) terus nonton kalau PERSIK beraksi di Lapangan Bola Setono Bethek.&lt;br /&gt;Ada alasan utama mengapa kalau PERSIK bertanding dengan Persatuan Sepakbola(PS) dari luar kota apalagi luar provinsi, aku mesti ikut nonton, karena rombongan tamu pasti menginap di Hotel RIS depan rumahku. Naaah sejak jam 03.00 sore aku sudah ada di Hotel RIS itu untuk berkenalan dengan para pemain asing..(..heeh luar kota maksudku)..yaaah sok kenalan atau sok akrab gitulah. Apa tujuannya?. Agar aku dipercaya membawa sepatu mereka atau bola mereka, dan sekaligus numpang naik bersama Bus (Bis) mereka, menuju ke Lapangan Bola.&lt;br /&gt;Saat masuk ke lapangan melewati pintu khusus, (seringkali pundakku dipegang oleh pemain tamu yang sepatunya kubawa), dan .....aku bebaaaas masuk tanpa karcis.&lt;br /&gt;Setelah serah terima sepatu atau bola, aku langsung lari menuju tempat nonton kesayanganku, yaitu di belakang salah satu Goal Pal (mistar gawang). Biasanya aku suka di Goal Pal sebelah utara, karena nanti kalau pulang bisa cepat menuju pintu keluar.&lt;br /&gt;Pengin tahu alasannya mengapa pengin cepat keluar sesaat setelah peluit panjang dibunyikan wasit?. Karena aku takut dimarahi IBU, soalnya kalau nonton bola pasti nggak sholat Ashar dan sekaligus nggak mandi sore pada jadwalnya (jam 16.00).&lt;br /&gt;Inilah kelemahanku saat kecil, nggak tahu strateginya nonton bola, padahal kalau waktunya di manaj (manajemen waktu) sebenarnya sholat Ashar dulu bisa-bisa saja, namun karena takut ketinggalan rombongan Bis Pemain tamu, jadinya sholat Ashar ditinggalkan. "&lt;em&gt;Waduh dosa aku karo Gusti Allah,.....wis gak sholat Ashar disambleki karo Ibu, pancenne arek mBeling iku opo" &lt;/em&gt;( waduh, aku berdosa dengan Allah SWT, sudah meninggalkan sholat Ashar, dimarahin oleh Ibu lagi, dasar anak bandel).&lt;br /&gt;Tapi saat tidur malam aku dan kakakku (Mas Bas) yang sama-sama nonton bola dan sama-sama disambleki, saling cerita tentang permainan bola sore tadi, tentang SAMCUK yang sering menyelamatkan gawang PERSIK dari serangan musuh. Bola seperti apapun kerasnya ditendang lawan, selalu bisa ditepisnya, bahkan tendangan "&lt;em&gt;dua belas pas&lt;/em&gt;" (penalty) bisa pula ditepisnya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Pancen SAMCUK kuipeer puinteer tenanan, gak enek tunggale maneh"&lt;/em&gt; (memang SAMCUK kiper yang benar-benar tangguh, dan nggak ada bandingannya lagi).&lt;br /&gt;PERSIK, tahun 50-an sponsornya GAPERO (maaf kepanjangannya adalah Gabungan Perusahaan Rokok), karena sejak dulu kota Kediri memang banyak pabrik rokok, seperti &lt;strong&gt;TOKE&lt;/strong&gt; (tokek) di samping Setono Bethek, &lt;strong&gt;Reco Pentung&lt;/strong&gt; (yang di depan Gudang Uyah Kemasan), dan &lt;strong&gt;Gudang Garam&lt;/strong&gt; waktu itu masih pabrik rokok kecil di Nggurah, timur kota Kediri.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Pagere ae ndisik jik teko gedhek karo dicagakki pring, sakiki ojok takon maneh, lha wong pabrikke guedene wis gak karu-karuan&lt;/em&gt;"( Pagarnya saja dulu baru dari anyaman bambu yang ditopang batang bambu, namun sekarang jangan tanya lagi, habis pabrik /Gudang Garam sekarang, besarnya nggak kira-kira lagi).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Hidup PERSIK&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;!! "&lt;em&gt;Dadi PERSIK mania maneh rek, opo gak sueneng dadi arek nom maneh koyok ndisik"&lt;/em&gt; (Jadi PERSIK mania lagi nih, apa nggak seneng jadi muda lagi, seperti dulu).&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#99ff99;"&gt;Salam tekok aku, Darsono adikke Basuki tasiun.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-202086018594400414?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/202086018594400414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=202086018594400414&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/202086018594400414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/202086018594400414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2007/12/persik-kediri.html' title='PERSIK KEDIRI'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-6287106538602991623</id><published>2007-12-25T12:11:00.000+07:00</published><updated>2007-12-25T12:21:52.091+07:00</updated><title type='text'>CERDAS DI KELAS SUKSES DI MASYARAKAT</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R3CSIS2mQGI/AAAAAAAAAD8/O6NoctFx38M/s1600-h/GUE+2.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5147775045281923170" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 179px; CURSOR: hand; HEIGHT: 134px" height="141" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R3CSIS2mQGI/AAAAAAAAAD8/O6NoctFx38M/s200/GUE+2.JPG" width="100" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seringkali kita bingung dengan realita adanya orang yang kelihatan tidak cerdas (biasa-biasa saja saat belajar di sekolah) tapi ternyata kemudian hidupnya justru sukses, bahkan lebih sukses dari teman-teman sekelas (maupun satu sekolahnya) yang lebih cerdas, dan sebaliknya.&lt;br /&gt;Berikut disampaikan sebuah nukilan tulisan tentang SUKSES dan CERDAS, untuk lebih memahami permasalahannya.Paling tidak ada dua alasan mengapa kebingungan seperti di atas terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, kecerdasan memang bukan satu-satunya unsur yang menjamin seseorang itu sukses. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;John Wareham&lt;/em&gt; (1992), mengatakan ada sepuluh unsur pokok untuk menjadikan seorang eksekutif sukses yaitu:(1) kemampuan menampilkan "persona" (topeng) diri yang tepat, (2) kemampuan mengelola energi diri yang baik, (3) kejelasan dan kesehatan sistem nilai pribadi dan kontrak-kontrak batin, (4) kejelasan sasaran-sasaran hidup yang tersurat maupun yang tersirat, (5) kecerdasan yang memadai (dalam arti penalaran), (6) adanya kebiasaaan kerja yang baik, (7) keterampilan antarmanusia yang baik, (8) kemampuan adaptasi dan kedewasaan emosional, (9) pola kepribadian yang tepat dengan tuntutan pekerjaan, dan (10) kesesuaian tahap dan arah kehidupan dengan espektasi gaya hidup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Dale Carnegie&lt;/em&gt; (1889-1955), tidak menyebutkan secara tertulis bahwa kecerdasan merupakan elemen pendukung keberhasilan seseorang. Menurutnya,ada sepuluh kualitas yang dibutuhkan seseorang untuk sukses, yaitu:(1) rasa percaya diri yang berlandaskan konsep diri yang sehat, (2) keterampilan berkomunikasi yang baik, (3) keterampilan antarmanusia yang baik, (4) kemampuan memimpin diri sendiri dan orang lain, (5) sikap positif terhadap orang, kerja, dan diri sendiri, (6) keterampilan menjual ide dan gagasan, (7) kemampuan mengingat yang baik, (8) kemampuan mengatasi masalah, stres, dan kekuatiran, (9) antusiasme yang menyala-nyala, dan (10) wawasan hidup yang luas.Sekarang menjadi lebih jelas bahwa kecerdasan, ( yang biasanya diukur dengan skala IQ), memang bukan elemen tunggal atau satu-satunya jalan menuju sukses.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;: Seringkali kecerdasan diartikan secara sempit, yaitu hanya berkaitan dengan daya ingat, logika, atau penalaran. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Dr. John Elliot&lt;/em&gt;, seorang profesor pendidikan pada jurusan pengembangan (kecerdasan) manusia dari Maryland University, dalam seminar pada bulan April 1993 di Jakarta, membahas adanya tujuh macam kecerdasan yaitu: 1. Kecerdasan Fisikal: Kecerdasan ini tampil dalam bentuk kinerja (&lt;em&gt;performance&lt;/em&gt;) fisik manusia, seperti pada diri atlet umpamanya. Mereka yang unggul dalam kecerdasan fisikal ini mampu mendayagunakan fisik mereka pada taraf yang mengherankan pada orang-orang biasa. Olahragawan, pelukis, pengukir, penulis indah, pemain sirkus, dan penari adalah kelompok-kelompok manusia yang cerdas fisiknya. 2. Kecerdasan Ruang-Waktu: Kecerdasan ini membuat seseorang selalu sadar akan posisi relatifnya dalam koordinat ruang-waktu. Orang yang tidak cerdas ruang, tetap bingung akan jalan-jalan di Jakarta, walaupun sudah puluhan tahun tinggal di Jakarta. Orang yang tersesat, yakni orang yang mengalami disorientasi ruang, termasuk pula pada golongan tak cerdas ruang. Sebaliknya pilot, nakhoda, penyelam, penjelajah alam, pemain bulu tangkis, adalah orang-orang yang memiliki kecerdasan ruang yang tinggi. Demikian juga arsitek, insinyur, ahli geometri, fisikawan dan sejarawan. 3. Kecerdasan Penalaran: Inilah kecerdasan yang secara umum dikenal luas sebagai kecerdasan. Orang ini mampu memahami relasi antarbagian dalam realitas yang disadarinya dan karena itu ia produktif membuat kesimpulan-kesimpulan. Kecerdasan macam ini juga termasuk kemampuan berpikir logis dan matematis.&lt;br /&gt;4. Kecerdasan Verbal: Anak kecil yang sudah pandai berceloteh dan memiliki vocabulary yang mengherankan pastilah cerdas secara verbal. Orang-orang yang cari makan denganmengandalkan kepiawaian mulutnya, seperti guru, pengacara, instruktur, orator, master of ceremony, penyiar radio, komentator olahraga, termasuk penulis, reporter, dan penyiar adalah golongan orang-orang cerdas verbal. Orang-orang ini mampu mengekspresikan diri, pikiran, dan perasaannya lewat rangkaian kata-kata. 5. Kecerdasan Sosial: Orang yang cerdas secara sosial seolah-olah mampu membaca orang dengan akurat. Dan bisa mengetahui persis apa isi hati, suasana hati, dan keinginan orang lain. Karena itu, ia dapat dengan mudah menyesuaikan diri, mengambil hati, mempengaruhi, dan termasuk memimpin orang lain. Konflik antarpribadi, pertengkaran, ketakharmonisan hubungan, dan semacamnya, banyak berpangkal pada ketakcerdasan sosial yang bersangkutan. 6. Kecerdasan Musikal: Kecerdasan ini membuat seseorang mampu memahami, menghayati, dan mengekspresikan nada, irama, dan suara dalam bentuk musikal yang estetik. Musikus dalam segala bentuknya, termasuk seniman pada umumnya, tentulah termasuk kaum cerdas musikal. 7. Kecerdasan Etis-Spiritual: Orang cerdas di bidang ini mampu mengerti hal ikhwal spiritual. Tidak saja dalam pengertian bahwa ia memahami dunia spiritual, tapi lebih pada kemampuannya menampilkan sikap dan praktik hidup yang harmonis dengan nilai-nilai fundamental yang secara tajam diketahuinya. Hati nuraninya bening, suara batinnya tajam, dan mata hatinya awas dalam membedakan apa yang baik dari yang tidak baik, dan membedakan apa yang baik, yang terbaik, dan yang sempurna. Orang yang unggul di bidang ini pada akhirnya menampilkan diri sebagai pribadi yang bijak bestari, penuh hikmat, agung, dan berwibawa.Menurut &lt;em&gt;Prof. Elliot,&lt;/em&gt; semua manusia memiliki ketujuh macam kecerdasan ini dengan kombinasi kualitas yang berbedauntuk setiap orangnya. Dengan demikian mudah dipahami adanya kenyataan yang kita lihat seperti orang yang lemah di Ilmu Pasti (Stereometri, Goneometri) tapi memiliki kecerdasan musikal yang tinggi, dosen jenius di jurusan matematika ternyata banyak juga yang agagal dalam menhantarkan mahsiswanya, karena lemah dalam human aproach dan lemah pula metodologinya.Namun ada pula orang yang multi cerdas: pintar bergaul, jenius fisika,kimia,biologi,matematika, piawai main biola, luhur budi pekerti, olahragawan sukses, serta canggih pula dalam mengajar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Teman sekolah saya di SMP seorang perempuan, juara kelas dengan nilai mata pelajaran tertinggi, sekaligus olahragawan Volly yang sukses, supel, ramah, santun, banyak teman dan anak orang berada pula. Namun kehidupan ke depannya terdengar belum sukses dalam berumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Albert Einstein&lt;/em&gt;, konon termasuk contoh dalam kategori orang yang sukses hampir disemua unsur kecedasan.&lt;br /&gt;Dapat disimpulkan bahwa kecerdasan merupakan suatu elemen kunci untuk keberhasilan seseorang, karena dengan potensi kecerdasan tersebut, dirinya memiliki kompetensi untuk mengenal strategi dan teritori permainan diri kita sendiri, mitra tanding kita, aturan permainan dari karir kita, serta jebakan-jebakan kompetisi dengan rival kita.&lt;br /&gt;Oleh karenanya untuk sukses tetaplah diperlukan kecerdasan dalam pengaturan strategi permainan yang membawa kita kepada kemenangan akhir meraih ”goal” yang dicita-citakan.&lt;br /&gt;Namun hendaknya perlu diingat, kecerdasan bukanlah segala-segalanya. Masih ada hal-hal lain yang bukan termasuk kategori kecerdasan pada daftar dari &lt;em&gt;Wareham &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;Carnegie&lt;/em&gt; seperti yang diuraikan di atas.&lt;br /&gt;Jadi kalau kita sekarang mengevaluasi kecerdasan dan kesuksessan teman sekelas kita, maka mualilah kita sadari bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk meraih sukses. &lt;em&gt;Darsana Setiawan&lt;/em&gt;, (1999), mengungkapkan ciri orang sukses ditandai dengan tingginya tingkat &lt;strong&gt;Spriritual Quation&lt;/strong&gt;-nya&lt;strong&gt;(SQ&lt;/strong&gt;), dan hal ini sekaligus merupakan puncak piramida, sebagai gambaran sukses seseorang. Namun bagaimanapun juga, puncak piramida tersebut hanya dapat terwujud manakala ditopang oleh empat tiang penyangga yaitu:&lt;br /&gt;1. &lt;strong&gt;Intelektual Quation (IQ),&lt;br /&gt;2. Emotional Quation (EQ)-nya Daniel Goleman&lt;br /&gt;3. Adversity Quation (AQ)&lt;br /&gt;4. Creativity Quation (CQ).&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Social Quation&lt;/strong&gt; yang sering kita dengar, sebenarnya merupakan defraksi dari tiga elemen pendukung puncak piramida tersebut. Tanpa Daya juang yang gigih, tanpa kreativitas dalam pengaturan strategi meraih sukses, seseorang tidak akan sukses hanya dengan kecerdasan intelektual dan emosionalnya saja.&lt;br /&gt;Silahkan mendeskripsi isi pikiran anda tentang keberadaan anda saat di sekolah dulu, dengan teman alumni satu sekolah yang telah sukses di kehidupan nyata saat ini. &lt;strong&gt;Namun ada yang jauh lebih penting dari itu semua yaitu ; sukses sebenarnya juga suatu anugerah dari Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan anda termasuk hamba Tuhan yang pandai mensyukuri nikmat, karena banyaknya nikmat Tuhan yang telah anda terima sampai saat ini. Amien&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;source : Jansen H Sinamo, Daniel Goleman, D Chopra, Soedarsono S.Darsana Setiawan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-6287106538602991623?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/6287106538602991623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=6287106538602991623&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/6287106538602991623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/6287106538602991623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2007/12/cerdas-di-kelas-sukses-di-masyarakat.html' title='CERDAS DI KELAS SUKSES DI MASYARAKAT'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R3CSIS2mQGI/AAAAAAAAAD8/O6NoctFx38M/s72-c/GUE+2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-4961687321539061320</id><published>2007-12-25T08:19:00.000+07:00</published><updated>2007-12-29T08:12:41.162+07:00</updated><title type='text'>ONDO OMAH*</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_3GknuDElU8o/R3Webi2mQJI/AAAAAAAAAEU/weUwlvOXdRs/s1600-h/Mama+Say.jpg"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5149195945017491602" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 97px; CURSOR: hand; HEIGHT: 109px" height="168" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_3GknuDElU8o/R3Webi2mQJI/AAAAAAAAAEU/weUwlvOXdRs/s200/Mama+Say.jpg" width="112" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;Rumah tangga&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; yang akan bahagia adalah rumah tangga yang dengan sadar menjadikan sikap saling menasehati, serta mengoreksi dalam kebenaran dan kesabaran, sebagai kekayaannnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tiada yang diucapkan tentang keluarga kita selain &lt;strong&gt;Kebaikan&lt;/strong&gt;, tiada yang ditiru selain &lt;strong&gt;Kemuliaan,&lt;/strong&gt; tiada yang diperbincangkan selain &lt;strong&gt;Kehormatan&lt;/strong&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pastikan rumah tangga kita menjadi &lt;strong&gt;rumah tangga&lt;/strong&gt; yang ahli sujud, ahli taat yang menghiasi dirinya dengan &lt;strong&gt;Zikrullah&lt;/strong&gt;, dan rumah tangga yang selalu rindu untuk meng-utuhkan kemuliaan hidup di dunia, terutama meng-utuhkan kemualiaan di hadapan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Allah SWT, kelak di surga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;source : Aa'Gym&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;*Ondo Omah (terjemahan bebas bahasa ibu saya "Jawa" dari kata Rumah Tangga)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-4961687321539061320?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/4961687321539061320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=4961687321539061320&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/4961687321539061320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/4961687321539061320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2007/12/ondo-omah.html' title='ONDO OMAH*'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_3GknuDElU8o/R3Webi2mQJI/AAAAAAAAAEU/weUwlvOXdRs/s72-c/Mama+Say.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-7409930825676303164</id><published>2007-12-12T20:46:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T21:04:25.649+07:00</updated><title type='text'>BURUNG...KU</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1_mgjqkdUI/AAAAAAAAADY/wRGzORqXc0I/s1600-h/02_bird_c.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143082746484389186" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 98px; CURSOR: hand; HEIGHT: 96px" height="120" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1_mgjqkdUI/AAAAAAAAADY/wRGzORqXc0I/s200/02_bird_c.jpg" width="98" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;Sebenarnya aku kurang begitu hobby memelihara burung, walaupun waktu kecil sering membeli burung pipit coklat yang bagian kepalanya berbuku bintik putih atau seluruh bagian kepala berbulu putih(&lt;em&gt;emprit teking atau emprit kaji&lt;/em&gt;). Burung Gelatik juga sering aku beli dan coba memeliharanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Para penangkap burung menggunakan jaring besar sehingga sekaligus dapat menangkap burung pipit sekitar ratusan ekor. Eyang kakungku (mBah Harjo) sering membelikan aku burung puter untuk diternak sampai banyak, dan bunyinya serta gayanya saat manggung memang merdu dan menyenangkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beberapa bulan lalu sebelum PAUD Tumbuhkembang dibuka, burung Beo-ku yang pandai mengoceh termasuk "asalamualaikaum" dan "Indonesia tanah airku", mati. Sedikit kecewa tapi yaaaaah mau diapain lagi. Burung perkututku masih suka manggung setiap jam 11 siang sambil mantuk-mantuk (mengangguk-anggukkan kepalanya), namun burung puterku kalau manggung malah kepalanya nggak bergerak...kan terbalik? tapi ini bener lho.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah tua aku senang menyanyi burung "Cucak rowo&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;"...&lt;em&gt;Kucoba-coba melempar manggis....manggis kulempar mangga kudapat&lt;/em&gt;...........&lt;/span&gt;he...he..maunya sich gitu.... &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-7409930825676303164?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/7409930825676303164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=7409930825676303164&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/7409930825676303164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/7409930825676303164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2007/12/burungku.html' title='BURUNG...KU'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1_mgjqkdUI/AAAAAAAAADY/wRGzORqXc0I/s72-c/02_bird_c.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-246787421728676700</id><published>2007-12-10T20:55:00.000+07:00</published><updated>2007-12-10T21:02:53.562+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R11F2jqkdQI/AAAAAAAAAC4/yLz4jzj_-Uo/s1600-h/06042006(003).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142343153116017922" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R11F2jqkdQI/AAAAAAAAAC4/yLz4jzj_-Uo/s320/06042006(003).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; LIA, MAMA, ADEK dan DANNIE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-246787421728676700?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/246787421728676700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=246787421728676700&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/246787421728676700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/246787421728676700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2007/12/lia-mama-adek-dan-dannie.html' title=''/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R11F2jqkdQI/AAAAAAAAAC4/yLz4jzj_-Uo/s72-c/06042006(003).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-2893854697933112671</id><published>2007-12-10T11:15:00.000+07:00</published><updated>2007-12-10T11:34:45.913+07:00</updated><title type='text'>ANAK-ANAK LELAKIKU</title><content type='html'>MONO (RAHMADYA PUTRA NUGRAHA) anak ketigaKU&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1zAlDqkdJI/AAAAAAAAABk/5lmhvglDwJc/s1600-h/560359m.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142196617421812882" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" height="102" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1zAlDqkdJI/AAAAAAAAABk/5lmhvglDwJc/s320/560359m.jpg" width="125" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; DANI (Daniie kurnia Setiawan, anak keduaKU)&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1y-8jqkdII/AAAAAAAAABc/t65doxc_qQo/s1600-h/09042006(002).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142194822125483138" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1y-8jqkdII/AAAAAAAAABc/t65doxc_qQo/s320/09042006(002).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1y-LjqkdHI/AAAAAAAAABU/P72_UwahGJU/s1600-h/Image(01).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142193980311893106" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1y-LjqkdHI/AAAAAAAAABU/P72_UwahGJU/s320/Image(01).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;   NOLE (Iman Akbar Setiawan, anak keempatKU)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MONO&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1y9yTqkdGI/AAAAAAAAABM/M9i-S6-vRrQ/s1600-h/foto+mono.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142193546520196194" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 110px; CURSOR: hand; HEIGHT: 80px" height="137" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1y9yTqkdGI/AAAAAAAAABM/M9i-S6-vRrQ/s320/foto+mono.jpg" width="282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-2893854697933112671?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/2893854697933112671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=2893854697933112671&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/2893854697933112671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/2893854697933112671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2007/12/anak-anak-lelakiku.html' title='ANAK-ANAK LELAKIKU'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1zAlDqkdJI/AAAAAAAAABk/5lmhvglDwJc/s72-c/560359m.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-2465357556485614129</id><published>2007-12-10T10:45:00.001+07:00</published><updated>2007-12-10T13:24:53.285+07:00</updated><title type='text'>CANDA CERIA</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1zFlTqkdLI/AAAAAAAAAB0/Dkr4CSlyG7U/s1600-h/Picture+099.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142202119274919090" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1zFlTqkdLI/AAAAAAAAAB0/Dkr4CSlyG7U/s320/Picture+099.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1y38zqkdFI/AAAAAAAAABE/bPBuff9O_Ss/s1600-h/Picture+098.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142187129839055954" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1y38zqkdFI/AAAAAAAAABE/bPBuff9O_Ss/s320/Picture+098.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; KEKE dan ICHA bercandaria berdua, bersama.2007 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-2465357556485614129?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/2465357556485614129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=2465357556485614129&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/2465357556485614129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/2465357556485614129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2007/12/canda-ceria.html' title='CANDA CERIA'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1zFlTqkdLI/AAAAAAAAAB0/Dkr4CSlyG7U/s72-c/Picture+099.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-5224718480403259706</id><published>2007-12-10T09:14:00.000+07:00</published><updated>2007-12-10T14:15:55.515+07:00</updated><title type='text'>TEMAN SEKOLAH (SMP NEGERI 1 DAN SMA NEGERI 1 KEDIRI)</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yojzqkdEI/AAAAAAAAAA8/THja11qvwDo/s1600-h/Picture+071.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142170207667909698" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yojzqkdEI/AAAAAAAAAA8/THja11qvwDo/s320/Picture+071.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ffcccc;"&gt;Foto saat acara Tiyo mantu di Gedung (opo jenenge aku lali) tahun 2006 yang lalu. Dari kiri ke-kanan AKU(saiki momong putu karo nyambi dosen neng UIN Jakarta) , YUYUK (Suyudwiyono sekarang dosen di FT Unibraw Malang), DODY (Herman Prayitno, saiki dadi komandane AURI sak Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-5224718480403259706?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/5224718480403259706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=5224718480403259706&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/5224718480403259706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/5224718480403259706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2007/12/teman-sekolah-smp-negeri-1-dan-sma.html' title='TEMAN SEKOLAH (SMP NEGERI 1 DAN SMA NEGERI 1 KEDIRI)'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yojzqkdEI/AAAAAAAAAA8/THja11qvwDo/s72-c/Picture+071.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-3826148810061151502</id><published>2007-12-10T08:03:00.000+07:00</published><updated>2007-12-10T08:15:31.035+07:00</updated><title type='text'>LAGU KENANGAN DI SOLO 1975</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yR_DqkdCI/AAAAAAAAAAo/7LZelNWHQoA/s1600-h/keke-1.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142145387051906082" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yR_DqkdCI/AAAAAAAAAAo/7LZelNWHQoA/s200/keke-1.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;DADDY'S HOME&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;Shep &amp;amp; The Limelites&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;You're my love you're my angel &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;You're the girl of my dreams &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;I'd like to thank you for waiting patiently &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Daddy's home your daddy's home to stay &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;How I've waited for this moment &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;To be by your side &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Your best friend wrote and told me &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;You had teardrops in your eyes &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Daddy's home your daddy's home to stay&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;It wasn't on a sunday (monday and tuesday went by) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;It wasn't on a tuesday afternoon (all I could do was cry) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;But I made a promise that you treasured &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;I made it back home to you&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;How I've waited for this moment &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;To be by your side &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Your best friend wrote and told me &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;You had teardrops in your eyes &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Daddy's home your daddy's home to stay &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Daddy's home to stay I'm not a thousand miles away &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Daddy's home to stay &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;I'm gonna be here come what may &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Daddy's home to stay......&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;"&gt;FOTO : KEKE (cucu pertamaku dari anak pertamaku Lia)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-3826148810061151502?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/3826148810061151502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=3826148810061151502&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/3826148810061151502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/3826148810061151502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2007/12/lagu-kenangan-di-solo-1975.html' title='LAGU KENANGAN DI SOLO 1975'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yR_DqkdCI/AAAAAAAAAAo/7LZelNWHQoA/s72-c/keke-1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8291446539356169310.post-1954006039887572729</id><published>2007-12-10T07:51:00.000+07:00</published><updated>2007-12-10T09:10:33.043+07:00</updated><title type='text'>Pengantar</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yQIDqkdBI/AAAAAAAAAAg/b4Kfi6YZfbo/s1600-h/DARSANA+S-2.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142143342647473170" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yQIDqkdBI/AAAAAAAAAAg/b4Kfi6YZfbo/s320/DARSANA+S-2.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;font-size:85%;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Weblog ini disiapkan untuk menjalin komunikasi virtual dengan semua pihak yang bersedia berbagi untuk PEMBERDAYAAN MASA DEPAN ANAK BANGSA.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;font-size:85%;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;font-size:85%;color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Mungkin kinerja "PIKIRAN" itulah yang dapat disumbangkan untuk menghantarkan orang lain mencapai derajat INSAN (menjadi manusia yang seutuhnya) CERDAS (dalam menhadapi semua tantangan kehidupannya) dan KOMPETITIF (mampu memenangkan setiap event persaingan terbuka)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8291446539356169310-1954006039887572729?l=omson.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://omson.blogspot.com/feeds/1954006039887572729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8291446539356169310&amp;postID=1954006039887572729&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/1954006039887572729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8291446539356169310/posts/default/1954006039887572729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://omson.blogspot.com/2007/12/pengantar.html' title='Pengantar'/><author><name>DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08327192878615264627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yNTzqkc_I/AAAAAAAAAAU/R3cXXG_Vz-E/S220/DARSANA+S-1.GIF'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_3GknuDElU8o/R1yQIDqkdBI/AAAAAAAAAAg/b4Kfi6YZfbo/s72-c/DARSANA+S-2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
